Wartawan Se-Sumsel Komitmen Dukung SP2020
Palembang, sumselprov.go.id – Workshop Wartawan dilaksanakan Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Arya Duta Palembang, Selasa (17/12/2019) sebagai salah satu langkah sosialisasi SP2020 serta memberikan pemahaman yang komprehensif dari beragam data dan indikator strategis BPS.
Rekan media diharapkan dapat memahami konteks dan konsep-defenisi dan data-data yang dipublikasikan oleh BPS. Dengan demikian, pemberitaan yang dilakukan oleh media terhadap publik lebih efektif, kontekstual dan edukatif.
Kepala BPS Sumsel, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM memberikan apresiasi terhadap rekan media atas peran sertanya dalam penyebarluasan data dan indikator strategis BPS. Namun, wartawan diharapkan dapat memahami data agar tidak salah memberikan interpretasi. “Wartawan juga harus punya ilmunya. Bukan sekedar membuat judul berita yang memikat,"ujar Endang.
Selanjutnya dijelaskan Kepala BPS Sumsel yang perlu diketahui oleh para wartawan adalah kedudukan, tugas dan fungsi BPS, antara lain BPS lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab langsung kepada presiden pasal 1.
“Maka dari itu, sebagai pendorong data wartawan harus bisa mengetahui sekilas inflasi penyebab dan prinsip dasar perhitungan inflasi,” ujarnya.
Endang juga mengatakan, intinya pertumbuhan ekonomi (economic browth) itu diambil dari harga ponstan. “Sebab, indeks pembangunan ekonomi inklusif dibagi melalui 3 pilar. Yaitu pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, serta perluasan akses, kesempatan 8 sub pilar dan 21 indikator,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Biro Humas dan Hukum BPS Endang Retno Sri Subiyandani mengatakan, sensus penduduk tahun depan atau 2020, akan berubah dari yang semula menggunakan metode sensual tradisional dan kombinasi menjadi metode registrasi.
Selain perubahan pola sensus yang dilaluinya, lanjut dia, juga akan ada satu data kependudukan Indonesia, yakni data kependudukan Disdukcapil dan BPS akan sama. Selama ini, kedua dinas tersebut selalu berbeda data kependudukannya, karena memang metode sensus yang digunakan juga berbeda.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menggunakan metode de jure atau data kependudukan akan berubah jika ada laporan perubahan data penduduk. Jika tidak ada laporan data penduduk, maka laporannya tidak akan berubah. Sementara BPS menggunakan metode sensus de facto, yakni data yang didapat di lapangan sehingga siapa saja yang terdata akan tetap dihitung sehingga data kependudukan akan berubah setiap saat.
“Tahun depan Mendagri dengan legowo mengajak kedua dinas berkoordinasi dan berbaur, sehingga data yang dihasilkan dari sensus nanti akan sama baik data dari BPS maupun dari Disdukcapil,” ujarnya.
Endang mengatakan, contohnya saja data pendidikan, perubahan status kependudukan tidak dilaporkan ke Disdukcapil. Semakin banyak yang tidak terlibat, maka semakin tidak akurat data yang dihasilkan. Oleh sebab itu, BPS menghimbau masyarakat untuk ikut mensukseskan sensus penduduk 2020.
“Bantu Indonesia, karena kerahasiaan data pribadi penduduk kita lindungi. Jadi jangan takut untuk didata. Jika tidak ingin didata secara langsung, maka bisa ikut membantu sensus secara online,” tutupnya.
Workshop Wartawan juga menghadirkan General Manager Sumatera Ekspres Hj. Nurseri Marwah sebagai pembicara yang mengharapkan Workshop Wartawan ini dapat mendongkrat pemahaman media terkait pelaksanaan SP2020 mendatang.
Di akhir acara, perwakilan wartawan dari 27 media cetak, elektronik, dan online se-Sumsel melaksanakan penandatanganan komitmen bersama untuk berpartisipasi aktif dalam membantu publisitas Sp2020, baik Sensus Online yang akan dilaksanakan di Bulan Februari – Maret 2020 ataupun Sensus Wawancara di Bulan Juli 2020.
Media Center Diskominfo prov.Sumsel/CleY