Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Wagub Sumsel: Pemprov Sumsel Apresiasi Kerja Keras Polda Sumsel Memberantas Narkoba

23 January 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
279 Kali Dilihat
Wagub Sumsel: Pemprov Sumsel Apresiasi Kerja Keras Polda Sumsel Memberantas Narkoba

Palembang, sumselprov.go.id - Wagub Sumsel Mawardi Yahya didampingi Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara dan Kepala Kejati Sumsel Ali Mukantoro SH memusnahkan narkoba jenis sabu-sabu dengan cara diblender pada giat Pemusnahan Barang Bukti Narkoba hasil ungkap Ditres Narkoba Polda Sumsel 2019 di Mapolda Sumsel, Selasa (22/1/2019). 

Wagub Sumsel Mawardi Yahya mewakili Gubernur Sumsel sangat mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian dan mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumsel dalam mengungkap kasus narkoba serta memberantas perederan narkoba khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara mengelaskan narkoba yang dimusnahkan adalah 13,4 kg sabu, 5.500 butir ekstasi, dan daun ganja seluas 2 hektare dan Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari enam kasus yang ditangani sejak awal Desember 2018 sampai Januari 2019. Bahkan sabu terbanyak didapatkan dari jaringan sekeluarga asal Panukal Abab Lematang Ilir (PALI).

“Hasil ungkapan kasus narkoba pada Desember-Januari atau 1,5 bulan terakhir. Tercatat ada 6 kasus dan yang menonjol ini yang pengendalinya sekeluarga. Pecatan dari Polri tahun 2016," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain.

 Bahkan, di salah satu daerah di Panukal Abab Lematang Ilir, tercatat ada daerah yang mengkonsumsi sabu sampai 2 kg dalam 1 bulan. Jumlah itu pun tercatat sejak beberapa tahun terakhir

"Peredaran narkoba ini saya bisa bilang sudah memprihatinkan. Ada salah satu desa di PALI, Desa Air Hitam itu bahkan dalam sebulan 2 kg sabu itu bisa habis. Ini desanya kecil, tapi banyak pemakai," kata Zulkarnain.

Secara tegas Kapolda Zulkarnain mengaku banyak peredaran sabu yang dilakukan dari dalam lapas. Salah satu kasus yang ditangani yaitu jaringan satu keluarga di PALI dan pecatan anggota Polri bernama Firmansyah dan lebih jelasnya narkoba banyak dikendalikan oleh bandar dari Lapas. Maka dari itu, saya bilang ke Direktur Narkoba kalau ada bandar sikat saja, pahamlah sikat apa yang saya maksud.

"Dengan pemusnahan ini, kami totalkan untuk sabu itu senilai Rp 30 miliar serta ekstasi Rp 15 miliar. Kalau dengan total keseluruhan Rp 45 miliar, artinya kami telah menyelamatkan 70 ribu jiwa," tutupnya. (dilansir dari tribun sumsel) 

MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM