Tanggapi Karhutla di Sumsel, BNPB Lakukan Monitoring dan Evaluasi
Palembang, sumselpov.go.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, H. Iriansyah membuka kegiatan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019 sekaligus menerima Tim Ahli Monitoring dan Evaluasi BNPB RI. Acara berlangsung di Ruang Rapat Posko Karhutla Prov.Sumsel, Kantor BPBD Sumsel Jalan Arah Bandara, Selasa (27/08/2019).
Rapat ini bertujuan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sekaligus menerima Tim Monitoring dan Evaluasi BNPD untuk kegiatan kebakaran hutan dan lahan. Tim Ahli Monitoring dan Evaluasi BNPB dikepalai oleh Marsda TNI (Purn) Abdul Muis , Brigjend Pol (Purn) Hasanudin dan tim, yang merupakan staf ahli dari BNPB Pusat.
Dalam sambutannya H.Iriansyah yang juga wakil Dansatgas Posko Karhutla BPBD Prov.Sumsel memyampaikan mengutarakan “Bahwa seluruh instansi yg terkait dalam Karhutla ini, agar saling bahu membahu membantu penanganan karhutla pada tahun 2019 ini agar dapat ditekan angka hotspot dengan kendala lahan gambut yg luas dan cuaca yang panas maka dari itu marilah kita sosialisasikan kepada masyarakat diseluruh wilayah yg didaerahnya rawan kebakaran dan pihak BPBD Prov.Sumsel sendiri siap membantu sepenuhnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan ini”.
Sementara tim ahli dari BNPB,Marsda TNI (Purn) Abdul Muis mengutarakan bahwa penyebab kebakaran hutan kita ini 99 % perbuatan manusia dan 1% karena faktor alam,yg 99% dari penyebab manusia ini disengaja dan tidak disengaja.Yang mana manusia itu berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,serta kurangnya lahan pekerjaan dalam memenuhi kehidupannya. BPBD tidak hanya menjadi penolong pada setiap bencana alam saja,akan tetapi BPBD kita tetapkan juga sebagai pemadam kebakaran untuk memadamkan lahan dan perkampungan yg terbakar agar tidak meluas.
Maka dari itu saya perintahkan ke pada para Kepala Pelaksana BPBD dan perangkatnya yang ada di provinsi dan kabupaten agar mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar tidak membakar lahan gambut untuk membuka perkebunan terutama pada daerah yg mudah terbakar dan sering terjadi kebakaran.
Guna mengantisipasi terjadinya kita harus mengutamakan pencegahan namun siap selalu apabila dibutuhkan untuk penanggulangan,libatkan partisipasi semua pihak sesuai dengan kapasitas masing masing,rubah mindset masyarakat untuk cinta memelihara hutan dan adakan pendekatan kesejahteraan,sosial budaya guna pelestarian lingkungan serta langkah yang terakhir merupakan langkah penegakan hukum.
“Dengan upaya upaya yang kita laksanakan selama ini harapannya tingkat kesadaran warga kita semakin tinggi dan tidak akan membakar lahan lagi.Sehingga kita tidak akan terbebani segala pikiran,tenaga dan materi untuk menanggulani kebakaran hutan ini”, tandasnya.
Kegiatan Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh : Kalaksa BPBD Prov.Sumsel Iriansyah, Staf Ahli BNPB Marsda TNI (Purn) Abdul Muis ,Brigjen Pol (Purn) Hasanuddin,Danrem 044/Gapo diwakili oleh Kasi Opsrem 044/Gapo Mayor Kav Delvy Marico,Danlanud SMH Palembang yang diwakili oleh Kadis Ops Lanud Letkol Pas Iyan Rusdian, SE, Asisten Operasi Kasdam II/Swj Kolonel Inf M. Asmi , Lo AU BNPB Kol. Adm Taufik Hari, Kepala OPD Terkait, Polda Sumsel, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Klas 1 Palembang. Nandang, Kepala Bidang. Penanganan Darurat Ansori dan pejabat BPBD Kabupaten.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY