SUMATERA SELATAN KEMBALI MERAIH PENGHARGAAN PEMBANGUNAN DAERAH TINGKAT NASIONAL
Jakarta, Sumselprov.go.id -- Dengan berkendaraan ojek Gubernur Sumatera Selatan menembus kemacetan Jakarta agar bisa tepat waktu sampai di tempat acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional atau Musrenbangnas 2018 yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Perjuangan dan inisiatif Gubernur Sumatera Selatan untuk sampai tepat waktu tidaklah sia-sia dengan kembali diraihnya prestasi nasional bagi Sumatera Selatan Peringkat Kedua Terbaik Perencanaan Nasional pada acara Musrenbangnas RKP 2019 dengan katogori provinsi dengan perencanaanan terbaik.
Piala Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Nasional Tahun 2018 diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin sebagai Provinsi Terbaik II, Jawa Timur Terbaik I dan Bali terbaik III. Pada acara pembukaan Musrenbangnas, Senin tanggal 30 April 2018 di Hotel Grand Sahid Jakarta.
Sesuai laporan Menteri PPN/Bappenas RI Bahwa Penghargaan Pembangunan Daerah diberikan kepada Provinsi yang berprestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan diwilayahnya.
Ada beberapa tahapan yang sangat ketat telah dilalui oleh Sumatera Selatan dimulai dengan penilaian dokumen perencanaan sehingga ditetapkan 15 Provinsi nominator. Selanjutnya dilakukan penilaian lapangan oleh tim pusat yang terdiri dari tim independen dan tim Bappenas untuk verifikasi terhadap seluruh stakeholder dan diakhiri dengan paparan di Jakarta untuk diuji oleh tim penilai independen.
Beberapa pencapaian pembangunan makro Sumatera Selatan yang menonjol adalah pada Tahun 2017, Pertumbuhan Ekonomi 5,51% diatas Pertumbuhan Nasional 5,07%, Ketimpangan Pendapatan Indeks Gini Rasio (0,365) lebih baik dibanding nasional (0,391), Tingkat Pengangguran (4,39) lebih kecil dibanding nasional (5,5), IPM terus meningkat secara signifikan dan tingkat kemiskinan terus menurun secara signifikan.
Kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat akuntabel dengan mendapat predikat A (sangat baik) dari Kementerian PAN-RB begitu juga dengan pengelolaan keuangan daerah mendapatkan opini WTP dari BPK RI 3 (tiga) tahun berturut-turut.
Perencanaan pembangunan Sumatera Selatan disusun secara holistik, tematik, integratif dan spasial serta sinkronisasi perencanaan dan penganggaran dapat dikawal dengan baik. Perencanaan Pembangunan juga dibangun berbasis keselarasan kinerja (Integrated Development Plan) sehingga alokasi anggaran bukan Money follow function tetapi sudah berbasis Money follow program dan program follow result.
Beberapa inovasi dalam perencanaan pembangunan juga dilaksanakan antara lain : (1). SIGertak. adalah Sistem Informasi Keselarasan permasalahan dan program, keselarasan lokasi dengan kantong kemiskinan, keselarasan sasaran dengan data Basis data Terpadu (BDT) dalam Penanggulangan Kemiskinan untuk seluruh Stakeholder.
(2). E-Planning Plus. adalah Perencanaan berbasis elektronik yang selaras dengan penganggaran. (3). RKPD GIS. Adalah Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang dilengkapi dengan Geographic Information System.
Kemudian ke (4). SITARUNG. Adalah sistem informasi tata ruang untuk mempermudah masyarakat dan dunia usaha yang membutuhkan informasi tata ruang. (5).Early Warning System (EWS) SeiMUSI. Adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan oleh BI Perwakilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendeteksi secara dini gejolak harga di pasar dan diolah secara sistem sehingga TPID dapat segera menetapkan kebijakan yang sesuai untuk mencegah inflasi, dan ke (6) Inovasi Pembiayaan Multi Stakeholder.
Pembangunan Sumatera Selatan dilakukan melalui beberapa skema pendanaan diluar pemerintah sehingga anggaran APBD dapat fokus untuk pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel /CleY