Sekda Sumsel Apresiasi Aksi Dokter ICU se-Indonesia Bawakan Teater Dulmuluk di PIT PERDICI ke-17
Palembang— Suasana Griya Agung Palembang pada Jumat (11/8/2026) malam terasa berbeda dari biasanya. Ratusan tenaga medis yang sehari-hari berjibaku menyelamatkan nyawa di ruang perawatan intensif (ICU), sukses menyuguhkan panggung kesenian lokal yang memukau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Edward Candra, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Malam Kebudayaan yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) tersebut. Malam apresiasi ini merupakan rangkaian dari Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-17 PERDICI.
Acara ini dimeriahkan dengan suguhan paduan suara, tari-tarian tradisional, hingga puncak acara berupa pementasan teater khas Sumatera Selatan, Dulmuluk. Menariknya, panggung lakon Dulmuluk malam itu diperankan langsung oleh para dokter dari PERDICI.
"Jadi sangat wajar dan relevan jika pertunjukan Dulmuluk malam ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Sumsel masih tetap hidup, dicintai, dan dilestarikan oleh berbagai kalangan, termasuk oleh para pahlawan medis kita," puji Edward Candra dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Edward menyebut bahwa perpaduan antara pertemuan ilmiah kedokteran berskala nasional dengan panggung apresiasi budaya ini sangat sejalan dengan nilai historis dan filosofis Sumatera Selatan. Ia merunut pada sejarah kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Pada masanya, Sriwijaya tidak hanya dikenal sebagai pusat armada maritim, tetapi juga diakui dunia sebagai episentrum tumbuhnya ilmu pengetahuan sekaligus kebudayaan.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-17 PERDICI ini. Saya mengajak seluruh peserta untuk turut mempelajari pesona tumbuh kembang kebudayaan di Sumatera Selatan selama berada di sini," tambahnya.
Turut hadir memeriahkan malam penuh keakraban tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Sumsel, Hj. Ratu Tenny Leriva, yang juga memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal.
Menutup arahannya, Sekda Sumsel kembali menekankan pentingnya sinergi dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. "Semangat untuk menampilkan dan merawat budaya ini harus terus kita jaga dan lestarikan bersama," tutup Edward.