RS-Puskesmas Siaga, Pembuatan e-KTP Libur
Palembang, Sumselprov.go.id -- Selama cuti bersama Idulfitri, 11-20 Juni 2018, sejumlah pelayanan publik di Provinsi Sumatera Selatan tak akan operasional. Kecuali layanan yang sifatnya urgent, seperti fasilitas kesehatan (faskes) bakal tetap siaga 24 jam.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, dr Lesty Nurainy MKes, mengatakan, pelayanan RS dan puskesmas di Sumsel akan buka seperti biasa. Pada jalur mudik disiapkan posko-posko kesehatan, baik yang terpadu dengan Polisi, TNI, Dishub dan lain-lain maupun posko kesehatan mandiri “Jadi pelayanan kesehatan tetap operasional seperti biasa, untuk Puskes yang berada pada jalur mudik siaga 24 jam; baik puskesmas rawat inap maupun non rawat inap,” ujar Lesty, kemarin (06/06).
Tak hanya di RS dan faskes pemerintah, pihaknya juga tempatkan petugas kesehatan di posko-posko mudik. “Setiap posko ada petugas medis. Nanti juga disiagakan mobil ambulans untuk antisipasi kecelakaan yang mungkin terjadi,” terangnya. Pihaknya telah mengatur jadwal petugas medis yang piket saat libur Lebaran. Hanya diatur waktu kerja saja. Tidak ada penambahan personel.
Di Sumsel tersedia 87 Posko Pelayanan Kesehatan, 32 Puskesmas Rawat Inap. RS tetap layani rawat inap. “Petugas juga akan kontrol kondisi, tapi biasanya saat hari raya memang banyak pasien mau pulang. Kalau bisa rawat jalan ya kita pulangkan, kalau tidak boleh kami tidak berani,” tuturnya.
Di lingkungan Pemkot Palembang, Sekda Harobin Mustofa menerangkan yang sifatnya pelayanan publik akan tetap dioperasionalkan selama cuti bersama, seperti RSUD dan puskesmas. Layanan lain, seperti perizinan pemerintah daerah (pemda), pembuatan e-KTP, dan pembayaran pajak ikut libur. “Karena sifat layanannya tidak mendesak. Kalau faskes ini kan layanan premier, tidak mungkin libur. Nanti diatur jadwalnya,” sebutnya.
Kadinkes Palembang, Letizia mengungkapkan hal serupa. “Ada 10 puskesmas siap layani pasien hingga pukul 17.00 WIB selama momen Lebaran, khusus puskesmas lain sampai 14.00 WIB. Sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan dan Wali Kota Palembang,” tuturnya. Total di Palembang ada 41 puskesmas, 70 puskesmas pembantu, dan 32 RS.
“RS juga siaga 24 jam. Ditambah klinik-klinik praktik dokter umum dan swasta,” sebutnya. Untuk mempermudah, pihaknya siagakan public service center (PSC) di kantor Dinkes Kota, jika ada kondisi mendesak bisa dihubungi. Tim mereka akan turun.
Selanjutnya, bersama instansi terkait seperti Polresta Palembang, pihaknya buka posko pelayanan kesehatan selama arus mudik-balik Lebaran. Seperti tahun lalu, poskonya bisa di Alang-Alang Lebar, Kertapati, dan Bundaran Air Mancur (BAM). Di posko ini, masyarakat juga bisa mendapat layanan kesehatan 24 jam.
Di Banyuasin, Kadikominfo Erwin Ibrahim menjelaskan hal yang sama. “Pelayanan kesehatan seperti RS dan puskesmas yang tetap buka,” jelasnya. Untuk layanan kependudukan dan catatan sipil, buka sampai tanggal 11-12 Juni. Usai Lebaran, semua pelayanan publik baru normal sediakala.
Kadinkes Banyuasin, dr Masagus M Hakim MKes, mengatakan, layanan RS dan puskesmas itu wajib buka. Bahkan Puskesmas Sukajadi di pinggir Jalan Lintas Timur, Palembang-Betung akan stand by 24 jam dan layani UGD. Sementara, puskesmas pinggiran tetap buka seperti biasa.
Di Baturaja, Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten OKU, Gunawan Somad, mengaku pihaknya akan setop layanan mulai 11 Juni, dan operasional kembali 21 Juni 2018. “Saat Ramadan justru yang mengurus izin cenderung turun,” bebernya.
Demikian diungkap Kasi Penetapan Pembukuan dan Pelaporan UPTD Dispenda Muara Enim, Purwandi. “Pelayanan pembayaran pajak kendaraan di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) akan diliburkan mulai 11 Juni. Wajib pajak yang mau bayar terakhir 8 Juni,” tuturnya. Nah, jika pajaknya jatuh tempo saat cuti bersama, bisa bayar pajak di awal masuk kerja atau Kamis (21/6) dan tidak akan dikenai denda. Lewat dari tanggal tersebut baru kena denda.
Kepala UPT Bapenda Provinsi Sumsel Palembang II, Herryandi Sinulingga Ap juga demikian. Libur panjang berdasarkan Keputusan Bersama Tim Pembina Samsat Provinsi Sumsel (Pemprov Sumsel, Polda Sumsel dan PT Jasa Raharja) Nomor: 49/BP/Bapenda/2018, 08/2018/Dirlantas, dan P/14/SP/2018. “Berlaku di seluruh unit layanan Samsat,” cetusnya.
Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengatakan, libur PNS 10 hari pada 11-20 Juni. Sementara untuk pelayanan RS dan puskesmas harus ada petugas jaga. “Diimbau petugas RS tetap stand by,” katanya. Pelayanan RS harus tetap buka agar masyarakat yang sakit mau berobat bisa langsung dilayani. “Orang sakit kan tidak bisa diperediksi,” akunya.
Kadinkes Prabumulih, dr Hj Rusmini MKes, mengaku pihaknya tetap siagakan layanan UGD puskesmas 24 jam. “Dimulai H-7 sampai setelah Lebaran, seluruh puskesmas di Prabumulih disiagakan,” katanya. Termasuk perawat 24 jam ada dengan sistem shift atau piket. Jadi diharapkan bagi pemudik yang memerlukan pemeriksaan kesehatan bisa singgah di puskesmas terdekat.
Selain itu, katanya, ada pos pelayanan yang disiapkan di beberapa titik. Selain puskesmas dan RSUD, pelayanan layanan Public Safety Center (PSC) 119 untuk penangangan kegawatdaruratan medis tetap disiagakan. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Prabumulih, HM Kowi mengaku khusus layanan cetak e-KTP ikut libur. “Sembilan hari pelayanan pembuatan e-KTP setop,” terangnya.
Hanya pelayanan yang sifatnya urgent saja tetap operasional seperti UGD puskesmas dan RS bahkan juga mendirikan posko kesehatan, berikut pelayanan pemadam kebakaran tetap stand by. “Dengan demikian pelayanan masyarakat yang sifatnya mendasar tidak terganggu,” tukasnya.
Kadinkes Muba, dr H Taufik Rusydi, menyebut saat Lebaran pihaknya antisipasi, apalagi Sungai Lilin masuk jalur utama jalintim dan kerap terjadi kecelakaan. Karenanya RSUD dan puskesmas harus tetap siaga, nanti bisa diterapkan sistem piket.
Terpisah, Direktur Utama (Dirut) RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Dr Muhammad Syahril SpP MPH, mengatakan, RS ini tetap beroperasi dengan menyiapkan Poli Siaga. Poli itu sebagai pengganti poliklinik yang biasa buka jam kerja. “Poli Siaga RSMH ini menyediakan layanan untuk anak-anak dan dewasa,” ujarnya.
Petugas atau SDM kesehatan akan diatur sistem shift. Selain itu RSMH tetap buka layanan IGD 24 jam. “Di IGD, kita siapkan lima dokter jaga, di antaranya spesialis dalam, bedah, anak, kebidanan-kandungan, dan anestesi,” ujarnya lagi.
Komisaris RS Umum Sriwijaya Palembang, Dr H AK Ansyori SpM MKes, mengungkapkan pihaknya pun buka IGD 24 jam. “Dokter spesialis tetap siap menerima panggilan jika diperlukan pasien,” katanya. Namun, untuk poliklinik spesialis libur 13-19 Juni. “Kecuali dr Nuswil SpOG tetap praktik 13-14 Juni. Kemudian Poliklinik terpadu mata (Eye Center) hanya libur 3 hari, 15-17 Juni,” pungkasnya.
Direktur RSUD Kayuagung, dr H Fikram MKes, mengatakan pelayanan RS 24 jam di momen cuti bersama. “Jika ada pasien rujukan akan tetap ditindaklanjuti. Ada dokter jaga di IGD,” terangnya. Stok obat, lanjutnya, cukup bahkan pihaknya baru saja berbelanja kebutuhan obat untuk masa libur panjang. Ambulance siaga termasuk ambulans BPBD jika sewaktu-waktu ada pasien harus dirujuk ke RS Palembang. (Sumber : Sripo)
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY