Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Resmikan Launching Gasra, Mawardi Yahya Buka Pintu Lebar Bagi Investor

20 January 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
528 Kali Dilihat
Resmikan Launching Gasra, Mawardi Yahya Buka Pintu Lebar Bagi Investor

Palembang, Sumselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sedang giat membuka keran Investor ke Bumi Sriwijaya. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya ketika melaunching Gasra (Gas untuk Rakyat) oleh PT Citra Nusantara Gemilang (PT CNG) Hilir Raya Palembang, bertempat di Ballroom The Zuri Hotel. Jumat (18/01/2019).

Mawardi Yahya mengungkapkan dalam waktu dekat PDPDE akan berubah menjadi Persero, sehingga diharapkan kualitas managemennya menjadi lebih baik, sebab kewenangannya langsung ditangani oleh Direksi, tanpa intervensi dari Gubernur ataupun Wakil Gubernur.

Ditambahkan suami dari Fauziah ini, Pemprov Sumsel membuka keran investasi seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di Sumsel.

"Peluang investasi di Sumsel terbuka lebar. Kami mengajak kepada para pengusaha untuk berinvestasi di Sumsel, tentu saja dengan turut memberdayakan SDM lokal, sehingga turut membantu kami - HDMY dalam menekan angka kemiskinan menuju satu digit, sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan," katanya 

Tidak hanya itu, dengan keberadaan PT CNG yang menyediakan gasra bagi masyarakat Sumsel, Mawardi Yahya berharap PT CNG dapat menyumbang PAD bagi Sumsel.

Wagub Mawardi Yahya berharap penggunaan gasra dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat Sumsel antara lain: ekonomis, aman, efisien, flexibel, dan keandalan supply.

Selain itu orang nomor dua di Sumsel ini pun mengapreasiasi kerjasama yang terjalin antara PT CNG dengan PDPDE sebagai perusahaan daerah yang pengawasannya berada di bawah pemprov Sumsel.

Sementara itu Dirut PT CNG Hilir Raya Hernoe Roesprijadji mengisahkan bermulanya PT CNG mengolah gas terkompresi untuk rakyat tersebut, terinspirasi sejak sekitar tahun 2005 – 2006, dimana Sumsel sebagai Provinsi Lumbung Pangan dan Energi.

"Bermula pada 2005-2006 saat kami berkunjung ke Palembang. Pada saat itu Sumsel adalah lumbung pangan dan energi. Namun kenyataannya gas alam yang ada belum dapat dinikmati masyarakat Sumsel secara luas", kata Hernoe Roesprijadji.

Terdorong hal itu, pihaknya yang semula bergerak pada gas bagi kendaraan berbahan bakar gas bagi angkutan umum dan kendaraan dinas pemerintah, menemukan gas terkompresi yang kemudian dapat dialirkan bagi masyarakat luas. Sebab amat disayangkan jika Sumsel sebagai penghasil gas, namun justru aliran gas hanya di distribusikan ke Singapura dan Jawa saja

Atas hal tersebut, PT CNG Hilir Raya mencoba merambah distribusi gas terkompresi ke sektor industri dan sektor ritel.

"Di Palembang terdapat 1500 unit kendaraan yang menggunakan BBG, namun pada perkembangannya kemudian hanya 30% saja yang menggunakan BBG. Selanjutnya dengan pesatnya perkembangan kota Palembang hampir di segala bidang, semuanya membutuhkan bahan bakar yang kompetitif",ujarnya.

Di lain pihak Direktur Utama PT CNG Rony Trianto berharap keberadaan PT CNG dapat memberikan manfaat bagi sektor industri, terutama usaha ritel, kecil, dan menengah.

"Ini adalah usaha kami bagaimana membantu kota Palembang dan Sumsel untuk mendistribusikan gas. Palembang adalah contoh kisah sukses penggunaan BBG selain Jakarta", ungkap Rony Trianto.

Lebih lanjut, Rony Trianto mengatakan pihaknya berupaya ingin dapat membantu dan melayani Horeka - Hotel, Restoran, dan Katering dalam pemenuhan kebutuhan gas terkompresi.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY

Sumber : tribunnews.com