Posko Padu Sumsel, Tak Kenal Lelah Cari dan Padamkan Api
Palembang, Sumselprov.go.id -- Posko Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018 melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov.Sumsel, H.Iriansyah S.Sos, SKM., M.Kes terus memperkuat kordinasi dan konsolidasi pengendalian Karhutla dengan menggelar rapat harian Koordinasi dan Konsolidasi Pengendalian Karhutla Tahun 2018, Kamis (23/08/2018).
Dalam rapat rutin tersebut, Iriansyah memberikan evaluasi upaya pengendalian Karhutla yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan terutama karhutla yang terjadi di Jakabaring Sport City kemari (Rabu/22/08/2018) dan berharap hal ini tidak terulang kembali mengingat saat ini sedang berlangsung pesta olahraga internasional Asian Games 2018
“Dengan adanya rapat ini kita bisa melihat mana-mana kejadian Karhutla yang belum terselesaikan dan yang belum terpadamkan, setiap hari kita lakukan monitor dan tidak menunggu informasi patroli dari darat saja, dengan adanya patroli udara dan didukung dengan adanya informasi dari Satelit Lapan yang dijadikan panduan tetapi tidak menjadi sentral karena yang paling penting adalah patroli udara”, ujar Iriansyah memulai arahannya.
Hari ini berdasarkan Satelit LAPAN terpantau Hotspot (HS) sebanyak 17 dengan lokasi Kabupaten OKI sebanyak 5 HS, Musi Banyuasin sebanyak 9 HS, Musi Rawas sebanyak 2 HS dan Empat Lawang sebanyak 1 HS, lanjut H.Iriansyah.
Upaya yang dilakukan melakukan patroli pemadaman darat bersama Manggala Agni, BPBD Kab.OKI, Muba, Mura dan Empat Lawang serta lintas sektor terkait, TNI dan POLRI untuk memadamkan titik api secepatnya, Patroli Udara dengan Helikopter Air Bus AS355 serta pemadaman melalui Helikopter Water Bombing MI-172 VN 8427, MI- 172 VN 8428, MI- 8 EY 225, MI-8 RA 22582, MI-8 RA 22700, MI 8 RDPL 34140 & 34230, KAMOV PK IKR dan Bolkow PK EAA serta melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan menggunakan Pesawat Cassa CN 212 PK PCT & Casssa TNI AU A2105, pungkas H.Iriansyah mengakhiri arahannya.
Laporan dari PPI Manggala Agni, upaya pemadaman darat yang dilakukan di wilayah Sumsel dilakukan oleh Dalops Banyuasin ada 2 lokasi, untuk Dalops OKI ada 3 lokasi dan Dalops Muba 1 lokasi. Sampai dengan kemarin Posko Padu sedang berjalan di 5 Posko akan berlangsung sampai dengan 30 Agustus dan untuk Patroli Udara hari ini akan dilakukan pada pukul 10.00 WIB dengan rute Muara Enim, Banyuasin dan Muba.
Laporan dari Dinas Perkebunan sehubungan dengan karhutla di wilayah Sumsel menyampaikan terkait pelaku usaha perkebunan selalu melakukan kordinasi dan mengkomunikasikan setiap ada informasi dari operasi udara dimana kalau terjadi karhutla yang paling dekat diminta regu karhutla perkebunan menjangkau daerah-daerah yang dimaksud, disampaikan juga kemarin (22/08/2018) yang terjadi di Banyuasin dan sampai tadi masih ada api sudah dikomunikasikan dan sebagai informasi lahan itu ada indikasi diusaha perkebunan tetapi status belum HGO masih izin usaha serta setiap ada informasi karhutla selalu disampaikan agar melakukan upaya dari Dinas Perkebunan dan regu perusahaan perkebunan.
Laporan dari Dinas Kehutanan menyampaikan hasil patroli dilapangan menemukan kejadian kebakaran di daerah Pemulutan dan perlu tindakan mengingat api sudah membesar dan asap mulai menyebar, selanjutnya dilaporkan juga untuk kawasan hutan Sumsel, Dinas Kehutanan sudah membagi kesatuan pengelolaan dan termasuk perlindungan hutan dan pencegahan kebakaran (pengendalian karhutla) dimana mencakup juga 7 kabupaten yang rawan karhutla. Di KPA sudah disiapkan 1 Brigade Pengendalian Hutan dan Lahan lengkap dengan peralatan siap bekerja membantu kawan-kawan dilapangan bekerjasama dengan RPK dan Manggala Agni.
Untuk di Provinsi Dinas Kehutanan juga melakukan patrol dan sosialisasi di seputar Bandara dan Jakabaring dengan membagikan pengumuman tentang Karhutla dan untuk data base sudah berkordinasi dengan BNPB untuk rencana operasi dengan BNPB dimana Dishut mendetailkan data-data sehingga bisa digunakan lebih lanjut. Dilaporkan juga Hotspot dalam satu minggu ini terlihat dari hasil groundcheck bukan firespot tetapi daerah Landclearring (lahan bekas kebakaran) teruma untuk wilayah OKI yang banyak lahan gambut dan perlu kajian lebih lanjut.
Laporan dari BMKG SMB II Palembang menyampaikan analisis cuaca wilayah Sumsel tanggal 22 Agustus secara umum jarak pandang (Visibilitty) lebih dari 10 KM, terendah 3 km jam 06.00 WIB. Angin rata-rata bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan rata-rata 7 – 11 knot. Selanjutnya berdasarkan potensi bahaya kebakaran hutan sebagian besar wilayah Sumsel masuk dalam katagori SANGAT MUDAH terjadi karhutla kecuali sebagian kecil wilayah Utara, Timur dan Barat masuk katagori AMAN.
Hadir dalam rapat ini Dansatgas, Danlanud, Polda Sumsel,Dinas Kominfo Prov.Sumsel, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan,Dinas LH, PPI Manggala Aggi, Perwakilan Polri, BMKG SMB II Palembang, Seluru pejabat dan staf BPBD Prov.Sumsel.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY