Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

PERUSAHAAN SAWIT BERKOMITMEN BANTU CEGAH KARHUTLA

18 March 2018 00:00
Humas Pemprov Sumsel
129 Kali Dilihat
PERUSAHAAN SAWIT BERKOMITMEN BANTU CEGAH KARHUTLA

Jakarta, Sumselprov.go.id -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pada bulan Maret sebagian wilayah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan akan memasuki puncak musim kering. Untuk itu, potensi hutan terbakar tetap ada dan harus diantisipasi. Maka dari itu, perusahaan kelapa sawit di Indonesia berkomitmen untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengantisipasi pengecahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang GAPKI periode 2015-2028, Eddy Martono. Eddy mengatakan, jika terjadi kebakaran cukup besar, butuh minimal satu tahun untuk mengembalikan kondisi kebun. Selain itu, memastikan perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota GAPKI siap mengantisipasi dampak musim kering dengan perlengkapan yang dibutuhkan dalam pencegahan Karhutla. 

“Tahun ini, pihaknya lebih siap, setelah belajar dari pengalaman pada 2015. Perusahaan perkebunan kelapa sawit juga berkomitmen membantu pemerintah dan masyarakat mencegah Karhutla. Terbukti, pada 2016-2017 kebakaran yang terjadi berhasil ditangani sehingga tidak meluas,” ujar Eddy.

Sebelumnya, Kelapa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, BMKG memperkirakan kondisi cuaca di tahun 2018 lebih basah dibandingkan pada 2015 lalu. Pada Mei hingga Agustus 2018, Indonesia akan memasuki musim kering, namun belum merata.

“Kemudian, dilanjutkan musim hujan secara merata di seluruh wilayah Indonesia pada Oktober hingga Desember. Sementara itu, hingga Mei, cuaca dikategorikan dalam kondisi weak La Nina. Sehingga potensi Karhutla tetap ada dan harus diantisipasi sejak dini,” jelasnya.

Seperti diketahui, pulau Jawa dan Sumatera sebagai pulau yang banyak beroperasi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pada 2015 lalu terjadi Karhutla, sehingga banyak pihak yang terkena dampaknya, baik perusahaan dan masyarakat yang ada di sekitar hingga mengalami kerugian yang cukup signifikan.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo, mengingatkan potensi Karhutla masih ada. Kendati demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) untuk mengantisipasi pencegahan.

“Antisipasi dini harus tetap ada, sehingga saat memasuki kemarau, kebakaran tidak meluas,” kata Prabowo. (GLOBALPLANET.news)

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY