Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Pemprov Sumsel Peringati Harkitnas ke-111

25 May 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
178 Kali Dilihat
Pemprov Sumsel Peringati Harkitnas ke-111

Palembang sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar upacara bendera peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 Tahun 2019 di Halaman Kantor Gubernur, Jumat, 24/5. Upacara ini dihadiri diantaranya perwakilan OPD di lingkup Pemprov Sumsel, POL PP, TNI AU, AL, AD, dan Polda sebagai peserta upacara.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya sebagai inspektur upacara hadir untuk menyampaikan amanat dari Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. “Hari Kebangkitan Nasional adalah kebangkitan untuk persatuan,” ungkapnya.

Ia mengatakan telah lebih satu abad Bangsa Indonesia menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, dan geografis.

“Perbedaan bentang geografis Indonesia yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa kita mampu menjaga persatuan sampai detik ini,” ujarnya.

Lanjutnya, oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

“Apalagi peringatan Harkitnas dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan, yang bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah,” tambahnya.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019 sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa yang berarti tentang persatuan. Selain itu, situasi pasca pesta demokrasi telah menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat Indonesia.

“Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa,” katanya. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Menurutnya, Semangat persatuan yang ada di Indonesia berasal dari gotong-royong. Gotong Royong adalah semangat dalam mengerjakan tugas berat. Semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara.

Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia. “Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong,” tegasnya.  

Mawardi mengajak agar semua pihak sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ TM/ Medsos