Pemprov Sumsel Gelar Shalat Istisqo di Griya Agung Palembang
Palembang, sumselprov.go.id- Ribuan pegawai dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang terdiri dari para pejabat dan staf baik ASN maupun Non ASN beserta TNI dan POLRI hadir memadati halaman Griya Agung Palembang untuk melaksanakan shalat minta hujan atau Shalat Istisqo, Selasa (27/8/2019) pagi.
Shalat Istisqo tersebut dilaksanakan sesuai instruksi Gubernur Sumsel H. Herman Deru karena musim kemarau sudah terjadi sehingga berdampak akan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bahkan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga menginstruksikan seluruh bupati dan walikota di Sumsel untuk melakukan Shalat Istisqo serentak di daerahnya masing-masing dengan melibatkan jajaran Pemerintah Daerah, kalangan alim ulama dan seluruh lapisan masyarakat.
Sebelum melaksanakan shalat , para jamaah melakukan zikir terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan melaksanakan Sholat Istisqo. Sholat Istisqo dipimpin oleh Ustadz KH Nawawi Dencik.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa Shalat Istisqo tersebut mengingatkan semua pihak bahwa Allah SWT belum 40 hari memberikan kekeringan. Atas hidayah dari Allah SWT untuk berupaya mengatasi siklus alam dengan melaksanakan Sholat Istisqo.
“Sudah ribuan hektare lahan terbakar, berbagai upaya juga sudah dilakukan untuk mencegah Karhutla. Akan tetapi, sampai saat ini belum juga diberikan hujan. hari ini kita memohon semoga Allah SWT mendengarkan doa kita semua hingga diturunkannya hujan,” ungkapnya.
Menurut Herman Deru, kemarau yang mengakibatkan kekeringan perlu terus diantisipasi terutama akan terjadinya Karhutla sehingga permohonan dan doa perlu terus dilaksanakan. Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumsel untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT berdoa bersama agar musim kemarau segera berakhir.
“Mari kita berdoa bersama semoga musim kemarau segera berakhir yang ditandai dengan diturunkannya hujan,” ajaknya.
Selain itu, Gubernur Sumsel juga mengharapkan masyarakat Sumsel tidak melakukan kegiatan pembakaran yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan, lahan serta rumah tempat tinggal.
“Masyarakat kita minta untuk tidak melakukan aktifitas membakar selama musim kemarau ini. Sebab, jika tidak hati-hati dampaknya bukan saja merugikan diri sendiri, melainkan juga orang lain,” imbuhnya.
Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD
Foto : FS