LRT Perlu Diintegrasikan dengan Angkutan Umum di Palembang
Palembang, Sumselprov.go.id -- Light Rail Transit (LRT) jadi sarana transportasi umum terbaru yang dimiliki Kota Palembang. Selain penunjang Asian Games, moda trasnportasi tersebut menjadi sarana dan prasarana bagi masyarakat yang membutuhkan angkutan umum massal yang aman dan nyaman.
Secara fasilitas operasional LRT Palembang cukup nyaman. Namun bagi Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah II Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel), kereta ringan tersebut masih memiliki kekurangan.
Yang dimaksud adalah, sejauh ini LRT belum terintegrasi dengan angkutan perkotaan. Padahal untuk melengkapinya, LRT perlu didukung dengan angkutan perkotaan yang saling terintegrasi.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah II Provinsi Sumsel dan Babel, Mangasi Sinaga menyampaikan, bedasarkan instruksi Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI), LRT harus terintegrasi dengan angkutan perkotaan, termasuk memadukan angkutan sungai.
"Dari hasil kunjungan itu, Menhub Budi Karya minta LRT didukung moda transportasi lain," katanya, Kamis (31/5).
Mangasi menjelaskan, untuk mengintegrasikan angkutan umum ini, perlu dilakukan penambahan dan modifikasi sejumlah trayek angkutan umum Kota Palembang. Tujuannya, agar penumpang LRT dapat melanjutkan perjalan dengan mudah.
"Harapan kita, agar LRT ini dapat dengan mudah dijangkau dari pusat perbelanjaan, pusat bisnis, sekolah, dan pusat keramaian di kota Palembang. Semunya bersimpul di LRT, begitu juga angkutan kota dalam provinsi," jelasnya.
Ke depan juga ada beberapa trayek tambahan dan modifikasi trayek yang akan dilakukan. Di antaranya menambah trayek di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Jalan Noerdin Pandji, serta beberapa kawasan pinggiran kota lainnya. Ia juga mengaku, akan sedikit mengubah trayek yang ada, agar dapat melintasi stasiun LRT. [ida]
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY