Lanskap Sumsel Fokus Bidang Restorasi Gambut
Project Direktur KELOLA Sendang ZSL Indonesia, Prof Damayanti Bucnhari bersama Asisten Gubernur Sumsel Bidang Lingkungan Perubahan Iklim, Najib Asmani berfoto bersama usai diskusi. (Foto: Karerek)
Palembang, Sumselprov.go.id -- Fokus Lanskap di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menitik beratkan pada restorasi gambut. Hal ini sesuai dengan karakterisitik Provinsi Sumsel yang rawan kebakaran hutan dan lahan gambut.
Project Director KELOLA Sendang ZSL Indonesia, Prof Damayanti Buchari mengatakan, pendekatan lanskap pada dasarnya tergantung dari karakteristik daerah tersebut. Untuk di Sumsel fokus lanskap pada masalah restorasi gambut.
“Lanskap di Sumsel akan kita fokuskan pada bidang restorasi gambut. Ini akan kita lakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya, Rabu (25/7/2018).
Dijelaskanya, untuk daerah lain di Indonesia akan difokuskan pada karakteristik masing-masing. Sebagai cotoh untuk daerah lumbung padi maka akan difokuskan pada lumbung padi tersebut dan lain sebagainya.
“Setiap daerah akan berbeda - beda dan akan bervasiasi sesuai karakteristik masing - masing,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, peran pemerintah sebagai leadership sangat diperlukan. Untuk Sumsel, leadershipterbilang sangat baik, di mana antara pembangunan dengan kepedulian lingkungan yang berimbang.
“Lanskap di Sumsel sudah banyak sawit, sehingga menjadi leadershipsangat diperlukan agar kebun sawit tetap menjadi lanskap. Masalah lanskap sendiri merupakan masalah pelajaran yang selalu berubah setiap waktunya,” ujarnya.
Sementara Asisten Gubernur Provinsi Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani mengatakan, Provinsi Sumsel merupakan yang pertama mengkampanyekan perubahan iklim di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, diperlukanleadership dan orang yang mengerjakannya serta tim yang kuat. “Kalau itu ada, maka lambat laun akan terwujud di Sumsel,” tuturnya.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY