Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

KKP Gelontorkan Bantuan Kelautan dan Perikanan di Sumsel

28 January 2020 00:00
Humas Pemprov Sumsel
969 Kali Dilihat
KKP Gelontorkan Bantuan Kelautan dan Perikanan di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id-Kementerian Kalautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menggelontorkan sejumlah bantuan kepada para petani ikan sektor daratan serta para pengusaha sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Sumatera Selatan.

Bantuan itu diantaranya pinjaman modal usaha kelautan dan perikanan dengan total Rp. 4,3 Milyar kepada koperasi dan 8 kelompok usaha, bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan berupa rawai dasar 1.000 mata pancing dan bantuan premi asuransi nelayan untuk 1.424 orang meliputi perwakilan Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat, Muaraenim dan Kota Palembang.

Kemudian, bantuan permodalan dari Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Sumsel Babel, bantuan 1 unit Excavator tahun anggaran 2020 kepada KUD Permata, bantuan calon induk Ikan Lele 40 paket dan Ikan Patin 70 paket, bantuan benih Ikan Lele 115 ribu ekor dan Patin 30 ribu ekor serta bantuan pakan ikan mandiri sebanyak 13,5 ton.

Semua bantuan diserahkan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan, Dr. H. Edhy Prabowo saat melakukan kunjungan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perairan Darat Jakabaring dengan agenda peninjauan fasilitas TPI Perairan Darat, kemudian penyerahan bantuan pemerintah dan dialog dengan nelayan, pembudidaya ikan serta stakeholders kelautan dan perikanan di TPI Perairan Darat, samping Pasar Induk Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Dr. H. Edhy Prabowo saat menyampaikan arahannya kepada para petani dan kelompok usaha kelautan dan perikanan mengatakan, hal yang paling penting harus diciptakan adalah peluang usaha yang diberikan semudah-mudahnya kepada masyarakat.

Kedepan dia mengharapkan tidak ada lagi perizinan tambak yang susah didapat. Termasuk perizinan kapal tangkapan ikan yang akan dipermudah.

"Pesan saya, berusahalah semaksimal mungkin karena ini akan didukung pemerintah. Saya berharap apa yang hari ini kita bantukan, kita bagikan dapat bermanfaat bagi para petani sektor perikanan darat," ujar Edhy Prabowo.

Pada sesi dialog, ada seorang Nelayan tangkap asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin yang menanyakan terkait hambatan yang dihadapi nelayan sungsang saat melaut yaitu permohonan mempermudah pengurusan perizinan dan permasalah bahan bakar BBM yang harganya tinggi.

Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bahwa terkait masalah Sungsang sudah menjadi prioritas KKP kedepan.

"Termasuk permasalahan jalan, bahwa pemerintah Provinsi Sumsel yang akan menggulirkan dana perbaikan jalan menuju Sungsang. Kemudian masalah BBM subsidi untuk nelayan sedang di data tentang berapa besaran BBM yang harus di subsidi pemerintah untuk ini," kata Edhy.

Menurut Edhy Prabowo wilayah Sungsang di Kabupaten Banyuasin menjadi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) strategis karena memiliki potensi yang besar. Langkah ini diharapkan menopang industri perikanan lebih baik lagi di masa mendatang. "Potensi ikannya bisa 700 ribu ton per tahun, jika 50 ribu ton saja yang masuk ke Sumsel maka suplai aman," tutupnya.

Hadir juga pada kunjungan tersebut Dirjen Perikanan Budidaya (DJPB), Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar, Gubernur Sumsel diwakili Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir. Yohannes H. Toruan, M.Sc., Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Kartika Sandra Desi, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Ir. Widada Sutrisna., A.Pi.,M.Si.

Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.