Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Kereen Wong Kito Marandang di Kota Padang

27 July 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
481 Kali Dilihat
Kereen Wong Kito Marandang di Kota Padang

Padang, sumselprov.go.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan terus aktif mengikuti seluruh rangkaian acara peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) 24 – 27 Juli 2019.

Setelah sebelumnya mengutus istri Gubernur Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru pada lomba fashion show busana adat daerah di hari kedua pelaksanaan acara, hari ketiga Jumat (26/07/2019) TP PKK Provinsi Sumatera Selatan kembali mengirim wakilnya yaitu istri wakil Gubernur Sumsel Hj. Fauziah Mawardi Yahya mengikuti lomba masak rendang dalam Festival Marandang yang diselenggrakan tuan rumah di Museum Adityawarman di Kawasan Jalan Gereja, Kota Padang.

Berbagai persiapan dilakukan Fauziah dan rekan-rekan TP PKK Sumsel, mulai dari menyiapkan bumbu merendang, sampai teknis membuat daging rendang gurih dan empuk. Tak ketinggalan mereka juga menyiapkan yel-yel lagu daerah untuk menyemarakkan aksi mereka memasak.

Berada di stand nomor 14, posisi stand Sumsel persis berada tak jauh dari gerbang utama museum dan bersebelahan dengan Provinsi Papua Barat. Tak hanya Ketua Umum TP PKK dr. Erni Guntarti  Tjahyo Kumolo yang menyempatkan diri mampir melihat langsung proses memasak rendang di stand Sumsel, Istri Gubernur Sumbar Hj. Nevi Irwan Prayitnoyang menjadi tuan rumah sempat mampir melihat Hj. Fauziah dan rekan-rekan mengaduk santan  yang terus menyusut dan tak ketinggalan juri utama yang sangat populer di Indonesia William Wongso.

Rendang berasal dari kata ‘marandang’ yaitu proses memasak untuk menghilangkan air. Untuk itu, proses masak rendang asli Minang membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam. Hingga daging jadi kering, minyak naik dan tak ada air.

“Karena rendang adalah proses memasak yaitu ‘merandang’, jadi semua bahan pun bisa direndang. Kearifan lokal tidak menghalangi orang membuat rendang jadi kebanggan daerah mereka”, tutur Uni Reno Adam Suri, penulis buku ‘Rendang, Minang Legacy to the World’.

Ada beragam jenis rendang di Sumatera Barat, seperti rendang dengan ayam, paru, kentang, belut, udang, telur, itik, ikan, hingga daun-daunan serta umbi-umbian. Resep rendanga asli Padang memakai banyak rempah.

Untuk bumbu wajib dalam pembuatan rendang antara lain bawang putih, bawang merah, jahe, laos, cabai merah, daun kunyit dan daun jeruk. Diluar itu, orang Minang kadang memberi tambahan rempah lain.

Masing-masing wilayah sebenarnya memiliki ragam tambahan rempah sendiri. Karenanya ada perbedaan dalam resep rendang Padang asli Pariaman hingga resep rendang Padang asli Payakumbuh.

Selain bumbu, pemakaian santan juga ikut berperan dalam kenikmatan rendang. Bahan yang satu ini wajib digunakan. Biasanya untuk satu kilogram daging, dibutuhkan santan dari sekitar 3-4 butir kelapa. Pembuatan rendang sendiri melalui tiga tahapan yaitu gulai, kalio, dan rendang.Jika rendang buatan anda gagal bisa jadi anda melewatkan salah satu tahapan.

Karena tingkat kesulitan dan kelezatannya, rendang asli Minang didapuk menjadi makanan terenak didunia. Tahun 2017, CNN Travel merilis 50 makanan terlezat di dunia. Rendang dari Indonesia tetap masuk diurutan pertama.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY