Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Kembangkan TOD, Generasi Milenial Sumsel Gunakan LRT Terintegrasi

05 March 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
168 Kali Dilihat
Kembangkan TOD, Generasi Milenial Sumsel Gunakan LRT Terintegrasi

Palembang sumselprov.go.id- Pemerintah Indonesia berupaya mengembangkan TOD untuk mengintegrasikan kawasan perkantoran, perbelanjaan, hunian dengan taman, kawasan pejalan kaki, dan menjadikan LRT sebagai angkutan massal utama.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi Dialog interaktif dengan generasi milenial kota Palembang di Gedung Swarna Dwipa Kota Palembang, Senin (4/3/2019).

“LRT adalah salah satu solusi untuk permasalahan yang terkait dengan transportasi perkotaan, terutama kemacetan. Selain itu, kawasan di sekitar stasiun LRT juga dapat dikembangkan sebagai wilayah TOD” ungkap Budi.

Transit Oriented Development (TOD) adalah salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti Busway atau BRT, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki atau sepeda.

“Pengembangan TOD sudah sangat maju dan telah menjadi tren di kota-kota besar, salah satunya yaitu Singapura. Kota-kota tersebut telah memanfaatkan kereta api kota sebagai angkutan utama,” jelasnya.

Ia mengatakan TOD akan membuat segala perjalanan didominasi angkutan umum dan terhubung langsung dengan tujuan perjalanan. Sehingga, tempat perhentian angkutan umum mempunyai kepadatan yang relatif tinggi dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas parkir, khususnya parkir sepeda.

“Kita ingin sekali Sumsel ini makin maju, oleh karena itu melalui kegiatan ini kita memberikan pembekalan kepada para generasi milenial tentang moda transportasi massal dan khususnya secara aktual tentang LRT di Kota Palembang,” ucapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Pusat telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemkot Palembang. Hal ini terkait integrasi moda transportasi LRT bersama dengan Bus Rapid Transit (BRT).

“BRT mampu menjangkau sudut-sudut kota dan terintegrasi dengan moda transportasi LRT, dengan biaya Rp. 7 ribu,” jelasnya singkat.  

Ia mengungkapkan sosialisasi akan terus diberikan agar masyarakat lebih tahu bahwa Kementerian Perhubungan terus berkomunikasi dengan para kepala daerah untuk menyampaikan masukan-masukan untuk menggunakan moda transportasi umum, saat ini terkhusus di Sumsel.

“Belajar dari Singapura, keidealan transportasi massal di Sumsel diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 10 tahun. Dan hal itu juga perlu diiringi dengan berbagai integrasi dengan moda transportasi lainnya,” ujarnya.

Penggunaan moda transportasi massal yang terintegrasi akan mempermudah para wisatawan dalam atau luar negeri untuk mengunjungi kabupaten kota di Sumatera Selatan.

“Pemerintah telah membangun jalur ganda Kereta Api Prabumulih-Kertapati dan Martapura-Baturaja. Nantinya diharapkan dapat dikembangkan ke kabupaten dan kota lainnya,” katanya.

Ia mengatakan hal tersebut dapat menurunkan waktu tempuh hingga 40% dan meningkatkan frekuensi kereta api hingga dua kali dibanding saat ini.

Pembangunan moda transportasi massal perlu dilakukan seiring meningkatnya kunjungan ke Kota Palembang dan juga Sumsel. Hal ini ini dapat dilihat dari pengembangan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan Bandara Silampari.

“Kapasitas penumpang SMB II meningkat dari 3,4 juta pax/tahun menjadi 4,6 juta pax/tahun yaitu naik 33%. Sedangkan Bandara Silampari mengalami kenaikan kapasitas penumpang sebesar 536%,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang H. Harnojoyo mengungkapkan peningkatan kesejahteraan masyarakat kota Palembang salah satunya dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur yang pesat.

“Merupakan hal yang membanggakan, dari 34 Provinsi dengan berbagai Kota dan Kabupaten. Kota Palembang yang dibangunkan LRT pertama di Indonesia,” ucapnya.

Ia mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat menggunakan moda transportasi LRT dengan bijak.  “LRT adalah solusi dalam menyelesaikan kemacetan yang ada di Kota Palembang,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode persentasi dan dihadiri oleh para perwakilan generasi milenial se-Sumsel. Narasumber dalam acara ini yaitu Menteri Perhubungan RI, Walikota Palembang, Anggota 1 BPK RI Agung F. Sampurna, dan Putri Indonesia Sumsel 2018 Berlian permatasari.

Dalam paparannya, anggota 1 BPK RI Agung F. Sampurna mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya pemerintah untuk melakukan akselerasi antara masyarakat dengan kebutuhan perkembangan teknologi. Salah satunya yaitu dengan cara mendorong generasi milenial untuk beralih menggunakan moda transportasi massal.

“Generasi milenial yang cerdas pasti akan memilih angkutan umum yang lebih nyaman, cepat, dan murah,” pungkasnya.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE/ Foto: FS