Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Stok Pangan Aman

02 May 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
283 Kali Dilihat
Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Stok Pangan Aman

Palembang, sumselprov.go.id – Bank Indonesia menyelenggarakan High Level Meeting Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah  (Rakorwil TPID) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019. Acara dibuka oleh Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Asfan Fikri Sanaf  dan dipimpin oleh Wakil Ketua TPID  Provinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Sumsel, bertempat di Hotel Ecxelton Palembang, Selasa (30/04/2019).

Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengendalian inflasi Sumatera Selatan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mengsosialisasikan Roadmap atau Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel 2019 – 2021, serta mengkoordinasikan kegiatan pengendalian Inflasi di Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019.

Pada Roadmap TPID 2019 – 2021, sasaran inflasi tercatat 3,5 +/- 1% (yoy). Untuk capaian sasran tersebut, perlu dilakukan pengendalian yang mencakup 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Pada roadmap juga disampaikan target untuk masing-masing kelompok inflasi yaitu volatile foods, administered prices, dan Inti. Kedepan diharapkan seluruh anggota TPID Prov. Sumsel maupun Kab/Kota dapat melakukan pengendalian inflasi sesuai dengan pedoman yang tercantum pada Roadmap TPID 2019 – 20121.

Dalam sambutannya Staf Khusus Gubernur Bidang Keuangan dan Perbankan, Arfan Fikri Sanaf, mewakili Gubernur Sumsel sebagai Ketua TPID Sumsel menyampaikan  bahwa kebijakan dalam menjaga stabilitas sangat penting terutama pada periode menjelang HBKN dan perlu bersinergi dengan tugas poko OPD maupun instansi/lembaga anggota TPID.

Sementara Kepala BPS Prov.Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa beberapa komoditas yang perlu diperhatikan adalah beras dan bawang merah. Beras memiliki rantai pasok yang sangat panjang, di tahun 2017 terdapat tambahan rantai pasok yaitu melewati pedagang grosir yang sebelumnya tidak ada. Hal ini berdampak pada tingginya harga beras di Sumatera Selatan dan bertolak belakang dengan karakteristik Sumatera Selatan yang merupakan produsen beras terbesar ke-5 di Indonesia. Selanjutnya 90% pasokan bawang merah Sumatera Selatan masih dipenuhi dari luar provinsi.

Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, M.Yusuf Salahuddin, menyampaikan stok beras di tingkat daerah mencapai 44.000 ton dan dapat memenuhi kebutuhan 9 bulan kedepan. Bulog juga siap melakukan kegiatan seperti bazaar pasar murah, operasi pasar di kelurahan, dan menyuplai ketersedian beras di pasar-pasar.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Prov. Sumsel, Erwin Noorwibowo menyatakan bahwa cabai di Sumsel mengalami surplus, namun varietasnya perlu diperhatikan karena diminati masyarakat mayoritas adalah cabai merah keriting. Sementara untuk kebutuhan bawang merah di bulan Juni dipastikan berasal dari luar daerah.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menyampaikan akan melaksanakan 7 kali pasar murah menjelang HBKN. Daging beku juga telah dipersiapkan melalui distribusi 636 ton di luar stok Bulog, dan pasokan daging ayam cukup.

Disampaikan juga dalam pertemuan ini pada Minggu (28/04/2019) telah dilakukan kegiatan sidak pasar oleh Gubernur Sumsel, H.Herman Deru, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Sumsel, Yunita Resmi Sari, Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, M. Yusuf Salahuddin,  Asisten II Setda Prov.Sumsel Bidang Perekonomian,Plt. Kepala Dinas Perdaganagn Prov. Sumsel, Yustianus, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan Prov. Sumsel dan Kepala Biro Perekonomian. Kegiatan sidak Pasar dilakukan di Pasar Lemabang. Hasil sidak pasar menunjukkan harga stabil dan pasokan memcukupi, ujar Plt. Kepala Dinas Perdagangan Prov.Sumsel. 

Selanjutnya dijelaskan Yustianus, kegiatan sidak pasar yang dilakukan pada hari Minggu (28/04/2019) untuk memastikan harga dan ketersediaan. Pada saat itu, kondisi harga pasar relatif stabil bahkan ada beberapa yang turun, kenaikan harga hanya terjadi pada bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras. Selain itu, untuk menjaga kondisi  tetap konduksif, informasi terkait kesediaan stok harus terus disampaiakan kepada masyarakat melalui media agar tidak terjadi kepanikan.  Sementara kegiatan yang akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan adalah Operasi Pasar mulai tanggal 1 April 2019 hingga saat ini di wilayah Sumatera Selatan, Toko Tani Indonesia juga terus menyediakan harga beras yang lebih murah dari harga pasar, selanjutnya Bulog menyediakan beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu pada pasar murah, pungkas Plt. Kadis Perdagangan Prov.Sumsel.

Perwakilan dari Dinas Perhubungan Prov.Sumsel dalam rapat ini menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan stok BBM dan memantau tarif angkutan udara agar menerapkan tarif batas atas dan bawah yang telah ditentukan oleh Kementerian. Selain itu, Garuda Indonesia telah menyatakan bahwa jadwal penerbangan diperbanyak di periode Idul Fitri seiring dengan peningkatan permintaan.

Perwakilan dari Pertamina juga menyampaikan LPG maupun BBM tercatat pasokannya mencukup. Selanjutnya Satgas Pangan menyampaikan bahwa pengawasan terhadap bahan-bahan pokok terus dilakukan dengan mekanisme monev/monitoring dan evaluasi oleh Bareskim. Perwakilan Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan juga menyampaikan bahwa pasokan komoditas beras mencukupi dan akan melaksanakan beberapa kegiatan pengendalian inflasi seperti pasar murah.

Sementara Plt. Kepala Dinas Kominfo Prov.Sumsel Jon Kennedy mengatakan menyimak hal-hal yang disampaikan dalam rapat ini, Dinas Kominfo Prov.sumsel terus berupakan melakukan Up Date ketersedian bahan-bahan pokok maupun harga menjelang ramadhan dan Idul Fitri 2019. Selain itu akan melakukan Talk Show di radio-radio maupun media elektronik dengan OPD terkait dan juga melalui Tim Medsos maupun Tim Media Center yang terus mengupdate berita-berita terkait kegiatan seperti Operasi Pasar Murah.

Pada kesempatan ini juga Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Tentang “Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel 2019 – 2021” secara simbolis disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan kepada Anggota  TPID Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Foto FS