Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Inovasi Pelayanan Publik Bukanlah Beban, Justru Bagian Dari Tugas dan Fungsi

29 March 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
185 Kali Dilihat
Inovasi Pelayanan Publik Bukanlah Beban, Justru Bagian Dari Tugas dan Fungsi

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, DK, ditemani Kepala Sub. Bag. Umum Perlengkapan H. Sirwan Sanusi, SE, M.Si bersama narasumber pusatKonsultan Inovasi Kementerian Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Bpk. Kurniawan yang ditemani rekannya Ibu Jenny Anastasia, S.Kom. saat mengulas Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik bidang kesehatan di Sumsel. Selasa 27 Maret 2019

 

Palembang, Sumselprov.go.id – Inovasi Pelayanan Publik memang sudah menjadi kebutuhan bagi birokrasi untuk mempercepat proses pencapaian target-target yang ingin dicapai.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Hj. Lesty Nurainy, Apt., M.si yang diwakili Sekretaris Dinas dr. H. Trisnawarman, M.Kes menyampaikan “Inovasi Pelayanan Publik memang sudah menjadi  kebutuhan bagi birokrasi untuk mempercepat proses pencapaian target-target yang ingin dicapai”, ujarnya pada saat penyampaian materi paparan untuk acara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Rabu (27 Maret 2019).

Dijelaskan Trisnawarman bahwa ada tiga isu utama yang menjadi prioritas yaitu yang pertama penurunan stunting, peningkatan cakupan imunisasi dan penurunan Tuberculosis.

Sementara Konsultan Inovasi dari transformasi gizi mitra dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kurniawan mengatakan “Hal ini menarik bagaimana inovasi ini diarahkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu sehingga inovasi ini tidak lagi menjadi beban-beban baru bagi birokrasi karena hal itu menjadi bagian tugas fungsinya yang harus diselesaikan dan menjadi target yang setiap waktu diminta untuk dilaporkan secara berjenjang dari kabupaten ke provinsi dan dari provinsi ke pusat.

Lanjut lagi Kurniawan menjelaskan “hal ini merupakan suatu terobosan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan untuk memulai langkah membuat forum belajar inovasi, saling belajar satu sama lain, saling mengisi sehingga menimbulkan inovasi-inovasi baru. Saling mengajar dari kabupaten yang sudah bagus kepada kabupaten yang belum bagus, sehingga ada satu keseimbangan di tiap kabupaten”, ucap Kurniawan menyampaikan paparannya.

Disela coffee break, Kurniawan menyatakan, “Potensi kesehatan jauh lebih besar karena utamanya langsung berhubungan dengan perilaku masyarakat. Setiap inovasi yang dikembangkan oleh kesehatan wajib hukumnya melibatkan masyarakat dalam konteks perubahan tingkah laku”, Ujarnya.

“Contohnya stunting, kalaupun Dinkes itu bagus, sarana prasarana lengkap tapi kalau perilaku masyarakatnya tidak berubah maka tidak akan tercapai. Sebagai contoh perilaku bapak-bapak lebih suka membeli rokok ketimbang membelikan makanan yang bergizi untuk anak-anaknya ditambah lagi pengaruh ekonomi sehingga tidak bisa memberikan asupan gizi yang cukup. Tentunya isu kesehatan ini sangat terkait erat dengan isu ekonomi apabila dapat berhasil terwujud”, katanya saat ditemui di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY