Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Herman Deru : Bahtsul Masa'il Penting Bagi Kerukunan Umat Beragama di Sumsel

22 August 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
170 Kali Dilihat
Herman Deru : Bahtsul Masa'il Penting Bagi Kerukunan Umat Beragama di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel ) H. Herman Deru menghadiri acara Bahtsul Masa'il (Kajian Problematika Keagamaan) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel dengan tema "Pentingnya Sinergitas Ulama dan Umaroh Dalam Menangkal Paham Radikalisme" di Kantor PWNU Sumsel, Jalan Mayor Salim Batu Bara, Palembang, Rabu (21/8/2019).

Mantan Bupati OKU Timur 2 periode itu menilai, Bahtsul Masa'il NU merupakan kegiatan yang sangat penting dan bermanfaaat yakni menyikapi setiap permasalahan yang timbul dengan segera. Melalui Bahtsul Masa'il setiap 3 bulan sekali membahas masalah- masalah yang terjadi dilapangan (Di masyarakat) terutama dalam pandangan agama Islam.

“Hal ini dilakukan agar tidak terjadi simpang siur penafsiran yang dapat menimbulkan presepsi yang tidak baik. Saya sangat berterima kasih kepada PWNU Sumsel yang telah melakukan ini. Seperti yang dibahas pada Bahtsul Masa'il kali ini terkait khotbah-khotbah yang bersifat provokatif yang dapat memecah belah persatuan,” ungkapnya.

Dalam kata sambutannya Herman Deru mengatakan Provinsi Sumsel merupakan daerah yang sejuk dalam kerukunan umat beragama dengan keberagaman suku yang ada di Sumsel. Menurutnya, Dalam perjalanannya ada kepentingan lain baik mengatasnamakan organisasi maupun perorangan merupakan sesuatu yang biasa terjadi namun tidak pernah menjadi pemicu kerusuhan. 

”Sampai saat ini Sumsel tetap bertahan dengan Zero Konflik yang artinya tidak adanya konflik baik antar suku maupun antar umat beragama. Saya bangga menjadi pengurus dan anggota PWNU. Sejak dari usia 20 tahun saya sudah menjadi pengurus PWNU,” ujarnya.

Dalam kesempaan itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga menyampaikan apresiasi dan sangat menyambut baik akan diusulkannya Palembang, Provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Muktamar NU nasional. Dia berharap keinginan ini dapat terwujud pada penetapan lokasi Muktamar oleh PBNU Pusat nanti.

“Sebagai Gubernur tentu saya akan menfasilitasi jika Sumsel menjadi tuan rumah Muktamar NU. Disamping itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga memiliki program pembangunan rumah tahfidz disetiap desa dan kelurahan yang mungkin bisa disandingkan dengan program NU melalui Muktamar,” tarangnya

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Sumsel, K.H. Affandi mengatakan, kegiatan Bahtsul Masa'il merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PWNU Sumsel tiga bulan satu kali. Menurutnya, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan bergilir di cabang-cabang PWNU Sumsel diselenggarakan di pesantren. 

"Dalam kesempatan kegiatan ini kami menyampaikan bahwa PWNU Sumsel mencoba untuk mengusulkan sebagai tuan rumah Muktamar NU Nasional. Semoga pada penetapan nanti Palembang terpilih sebagai tuan rumah,” harapnya.

Bahtsul Masa'il PWNU Sumsel tersebut dihadiri langsung Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat, K.H. Miftahul Akhyar dan Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bagian Bahtsul Masa'il Pusat, K.H. Miftah Faqih, K.H. Nurul Yaqin, dan K.H. Mujib Qulyubi. Hadir juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kepala Badan Kesbangpol Prov. Sumsel, Bakhnir Rasyid S.E. M.Si, Kepala Dinas Sosial Prov. Sumsel, Rosyidin Hasan, Rais Syuriah PWNU Sumsel, K.H. Affandi dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumsel, Kiai Heri Chandra serta PCNU kab/kota se-Sumsel.

Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD