Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

HD : Stok Pangan Sumsel Diprioritaskan Dari Hasil Produksi Lokal

02 February 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
126 Kali Dilihat
HD : Stok Pangan Sumsel Diprioritaskan Dari Hasil Produksi Lokal

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menegaskan jika ketersediaan kondisi ketersediaan pangan di Sumatera Selatan saat ini cukup dan aman untuk tujuh bulan kedepan.

“Hal tersebut berdasarkan perhitungan Neraca Ketersediaan Pangan yaitu komuditas beras, jagung, daging sapi dan telur ayam ras yang semuanya mengalami surplus,” jelas Herman Deru di Gedung Dewan, Kamis (31/1/2019) saat menjawab Fraksi terkait Raperda Tentang Penyelenggaraan Pangan Pokok Provinsi.

Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, dalam rangka memberikan pelayanan terhadap akses pangan bagi warga Sumsel, Pemprov Sumsel berupaya meningkatkan ketersediaan pangan dengan memprioritaskan hasil produksi sendiri.

“Pemerintah Provinsi akan bersinergi dan berintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten/kota dalam penyelenggaraan cadangan pangan ini,” imbuh Deru.

Adapun strategi yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk penyelenggaraan cadangan pangan Provinsi ini, lanjut Herman Deru, yaitu mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif melalui perluasan lahan, cetak sawah dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa, baik lahan pasang surut maupun lahan lebakb guna meningkatkan itensitas pertanaman dan produktivitas lahan.

“Kita akan terus upayakan ada peningkatan produksi tanaman pangan. Terutama bahan pangan pokok berupa beras,” tegasnya seperti dikutif dari tribunnews.com

Pemerintah Provinsi, lanjut Herman Deru, akan mensinergikan Raperda Tentang Penyelenggaraan Pangan Pokok Provinsi dengan mensinergikan penegakan hukum terhadap Perda Nomor 21 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Sehingga diharapkan luas persawahan di Sumsel tidak semakin menyusut.

“Kita juga akan merangsang petani tetap melakukan usaha tani padi dengan cara perbaikan mutu, harga dan jaminan pasar beras."

"Melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat/ Toko Tani Indonesia,” pungkasnya.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY