Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

HD Hadiri Sinkronisasi Estrus di OKUT dengan 2000 sasaran, Raih Rekor MURI

28 February 2020 00:00
Humas Pemprov Sumsel
271 Kali Dilihat
HD Hadiri Sinkronisasi Estrus di OKUT dengan 2000 sasaran, Raih Rekor MURI

OKU Timur, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H. Herman Deru membuka dan mengapresiasi kegiatan Sinkronisasi Estrus, Inseminasi Buatan sebagai program inseminasi dengan jumlah terbanyak se-Indonesia dan salah satu inovasi baru yang berhasil meraih Rekor MURI dengan 2000 sasaran sekaligus dengan melakukan proses estrus.

Estrus adalah suatu periode secara psikologis maupun fisiologis pada hewan betina yang bersedia menerima pejantan untuk melakukan tindakan reproduksi seksual pada hewan.

"Ini yg disebut kerja konkrit yang terbukti melalui kegiatan ini. Swasembada pangan jangan hanya diidentikan dengan padi saja tapi juga ada telur, daging, ikan, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein yang dibutuhkan masyarakat," ujar Herman Deru saat membuka kegiatan ini di Desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur, Kamis (27/02/2020).

Dijelaskannya bahwa dengan adanya hal ini, Kab OKUT sudah surplus, dan selanjutnya tinggal memikirkan agar hal serupa juga dapat diterapkan di Provinsi Sumsel secara menyeluruh. Dengan hal ini mungkin Sumsel dapat berkontribusi untuk negara, yaitu Kabupaten OKUT menjadi salah satu kabupaten yang berani eksport ikan ke luar negeri saat ini total 440 ton perbulan.

"Bahkan untuk konsumsi jamaah haji, dari mulai perjalanan, kemarin Garuda sudah sepakat bahwa penerbangan jamaah haji Sumsel akan menggunakan konsumsi ikan. Alhmdulillah ikan tersebut adalah fillet ikan patin dari kabuparen ini yang disebut ikan dori,"tuturnya.

Untuk selanjutnya, Herman Deru berharap agar program-program ini dapat terus berlanjut dan didukung oleh setiap elemen masyarakat, baik itu Pemkab OKUT, pihak kepolisian yang menjaga keamanan dan juga seiring hal ini masyarakat dapat menjadi gemar memakan daging untuk hidup sehat dan terhindar dari stunting.

"Saya minta ide-ide dan inovasi ini tetap didorong dan didukung oleh Pemprov, Pemkab, masyarakat, dan tokoh agama yakni dengan caranya masing-masing agar ini berjalan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur, H.M. Kholid Mawardi mengatakan bahwa proses inseminasi ini telah dilakukan sejak Februari yang diharapkan dengan hal ini akan menambah tingkat reproduksi dari sapi yang ada.

Selain itu, Ia menjelaskan bahwa tahun ini juga Kabupaten OKUT telah nelakukan MoU untuk melakukan ekspor 440 ton ikan patin per bulan dengan bobot diatas 1 kg. Selain itu, hasil perkebunan Jambu Kristal asal Kabupaten OKUT juga telah dipasarkan dalam skala nasional. Dan tahun ini juga ada permintaan ekspor alpukat.

Menambahkan Menteri Pertanian diwakili Sekretaris Nasional Pokja UPSUS SIWAB, drh. Maidaswar, M.Si, mengapresiasi dorongan Pemprov Sumsel, Pemkab OKUT, dam mempeternakan layanan reproduksi peternakan melalui kegiatan pembuntingan ternak dan meningkatkan kelahiran hewan ternak dengan memanfaatkan berbagai teknologi. "Hal ini tentu sangat membantu berbagai program pemerintah pusat, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perternakan " katanya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan Penyerahan Paket Gema Musi Elok kepada anak Sekolah di Desa Sukaraja, Gerakan massal minum susu dan makan telur dalam rangka simbolisasi pemenuhan gizi pada anak. Penyerahan bantuan sembako kepada balita stunting, dan Pemberian piagam penghargaan rekor muri terkait inseminasi sapi buatan terbanyak se-Indonesia

Setelah acara berlangsung, Gubernur HD juga melakukan peninjauan inovasi teknologi reproduksi melalui inseminasi pada sapi.

Turut hadir Menteri Pertanian diwakili Sekretaris Nasional Pokja UPSUS SIWAB, drh. Maidaswar, M.Si, Kadis Katahanan Pangan dan Perternakan Prov Sumsel, Ir Taufik Gunawan, MSi., Kepala Bapenda Prov Sumsel, Dra. Hj. Neng Muhaibah, MM, Plt. Ka. Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Drs. Iwan Gunawan Syaputra, M.Si., Karo Perekonomian, H. Afrian Joni., SE., M.M.

Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.