Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Gubernur Sumsel: Dengan Bijaksana Tolak Izin Penambangan Batubara di Batumarta

19 January 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
456 Kali Dilihat
Gubernur Sumsel: Dengan Bijaksana Tolak Izin Penambangan Batubara di Batumarta

Palembang, sumselprov.go.id - Dampak yang ditimbulkan dari aktifitas batubara sangat besar bagi masyarakat selain menyebabkan rusaknya jalan dan terjadinya kemacetan lalu lintas juga menyebabkan rusaknya lingkungan jika tidak dilakukan dengan bijak.

Dengan tegas dan bijak, saya tidak akan pernah memberikan izin operasional penambangan batubara di BatumartaKabupaten Ogan Komering Ulu.

Pernyataan ini diutarakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru  pada acara  syukuran dan silaturahmi gubernur dengan masyarakat desa Baturaden Kecamatan Lubukraja Kabupaten OKU. 

“Penambangan batubara di Batumarta tolak saja tidak boleh. Karena izinnya dari pusat. Sementara salah satu syarat lainnya yang harus dipenuhi ada izin masyarakat sekitar,” tegas Gubernur H Herman Deru di hadapan ratusan warga yang hadir dalam syukuran dan silaturahmi Gubernur dengan masyarakat desa Baturaden Kecamatan Lubukraja Kabupaten OKU.

Menurut Herman Deru, dampak yang ditimbulkan dari aktifitas batubara sangat besar bagi masyarakat selain menyebabkan rusaknya jalan dan terjadinya kemacetan lalu lintas juga menyebabkan rusaknya lingkungan jika tidak dilakukan dengan bijak.

“Saya tegas dalam hal ini. Dulu kelau mau ke Pelembang macet waktu tempuh mencapai tujuh, delapan jam. Sekarang tidak lagi semenjak saya larang angkutan batubara melintas di jalan umum,” tegas Herman Deru yang disambut tepuk riuh para hadirin.

Kebijakan yang diambilnya tersebut lanjut Herman Deru merupakan bentuk komitmennya dalam merealisasikan janji dengan rakyat Sumsel. Sebab di dalam jalannya proses pembangunan di Sumsel, dirinya menerapkan pembangunan dengan pola seimbang antara pembangunan fisik dan nonfisik.

“Pembangunan itu ada yang terlihat tidak terasa. Tapi ada juga yang terasa tapi tidak terlihat. Karena itu pola pembangunan yang kita jalankan ini harus seimbang,” terangnya.

Selain itu dalam menjalankan pembangunan juga harus sekala prioritas dalam penggunaan anggaran. Sehingga hasilnya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan tidak terkesan mubazir.

“Kalau putus sandal jangan beli dasi. Kadang kita ingin kelihatan gagah, pake dasi tapi sandal putus. Saya ingin kalau sandal putus harusnya beli sandal. Jadi jangan hanya gagah-gagahan dalam membangun,” pungkasnya.

Kegiatan ini diisi dengan wayangan semalam suntuk di kediaman Irsan. Yuliadiaudi, Kamis (17/1) malam.

Dilansir dari Tribun Sumsel

MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM