Gubernur Maksimalkan Pengamanan Arus Mudik Lebaran di Sumsel
Palembang, Sumselprov.go.id -- Untuk memastikan kelancaran arus mudik di Sumatera Selatan (Sumsel), Polda Sumsel bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan TNI, menggelar apel pasukan operasi ketupat musi 2018.
Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin menyampaikan, kegiatan apel gelar pasukan operasi ketupat musi 2018 menjadi kegiatan untuk memastikan arus mudik lebaran tahun ini.
Dimana, apel digelar dengan melibatkan anggota Polri, TNI, Pemprov, Pemkot, Pramuka, dan beberapa stakeholder.
"Kita ingin melihat kesiapan anggota yang bertugas mengamankan lebaran Idul Fitri 1439 H (Hijriah). Dimana, ini kita gelar mulai hari ini, sampai H+14 lebaran," jelasnya
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adi Negara mengatakan, sebanyak 7976 personil diturunkan dalam operasi kali ini.
"Kita ingin lebaran ini masyarakat dapat merayalan demgan aman dan nyaman. Terutama bagi para pemudik yang menjadi tradisi masyarakat saat lebaram," ulasnya.
Pria yamg dikenal ramah ini menerangkan, hampir separuh anggota diturunkan dalam operasi tersebut. Dimana, 7976 personil ini ditempatkan dan disebar di 88 pos pelayanan dan pos pengamanan yang ada di 18 kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Sumsel.
"Kami juga menempatkan sniper atau penembak jitu di daerah rawan, yakni di daerah OKI berbatasan Lampung, OKUT berbatasan Lampung, OKUS berbatasan Lampung, Lahat berbatasan Bengkulu, Muratara dan Muba berbatasan dengan Jamb," terangnya.
Disinggung mengenai tim penurai kemacetan. Polda Sumsel memang tidak memprioritaskan hal tersebut, namun jika memang terjadi kemacetan, ada tim yang akan mengatasi kemacetan tersebut.
"Kita bukan seperti di pulau Jawa yang kemacetan sampai parah, jadi tidak dibentuk tim pengurai kemacetan, tapi tetap kita siapkan anggotanya," jelasnya.
Disinggung mengenai tiga pilar kamtibmas. Zukarnain menerangkan, Polri, TNI, dan Pemda sudah berkomitmen untuk mencegah tindakan intoleransi maupun radikalisme.
Sehingga, tim ini bertujuan untuk mendeteksi pelaku radikalisme sejak dini.
"Sehingga peran RT, RW, Lurah, Babinsa, Babinkamtibnas sangat penting untuk mencegah radikalisme ini," tegasnya. [yip]
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY