Gubernur Herman Deru: Penanganan Karhutla Terus Dimaksimalkan, Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengikuti siaran langsung (live) bersama Metro TV membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Griya Agung, Palembang, Selasa (13/10/2026).
“Hotspot dan firespot memang berkurang, tetapi asapnya masih tersisa dan masih dirasakan masyarakat. Pada Oktober ini, tingkat ISPU juga mengalami peningkatan. Karena itu, upaya penanganan harus terus kita maksimalkan,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik rencana uji coba teknologi dry ice sebagai salah satu inovasi penanganan karhutla dari pemerintah pusat. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan secara maksimal sebanyak 73 kali, sementara dukungan helikopter untuk pemadaman terus diupayakan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang di lapangan.
“Terima kasih kepada BNPB dan pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden, yang selalu memberikan perhatian dan dukungan dalam membantu proses pemadaman karhutla di Sumsel,” katanya.
Gubernur turut mengapresiasi perjuangan personel TNI dan Polri serta seluruh petugas yang berjibaku di lapangan. Ia menegaskan bahwa kerja keras tersebut harus terus didukung dengan peralatan yang memadai, koordinasi yang kuat, dan stamina petugas yang tetap terjaga.
“Kita tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah muncul. Mitigasi dan pencegahan harus terus diperkuat. Saya juga menginstruksikan agar setiap desa memiliki aturan dan langkah konkret dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan sesuai kondisi wilayahnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Herman Deru menekankan . Pemerintah Provinsi Sumsel telah mengoptimalkan pelayanan kesehatan, termasuk membuka puskesmas selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
“Stamina di lapangan tidak boleh kendor. Kita harus terus bekerja bersama, memperkuat pencegahan, dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan, baik dari ancaman kebakaran maupun dampak asapnya,” ungkapnya.