Gubernur HD Himbau Bupati Walikota Perhatikan Peserta Program PIDI
Palembang, sumselprov.go.id – Bupati dan Walikota diimbau mulai memperhatikan peserta Program Intersip Dokter Indonesia (PIDI) yang ditempatkan di Provinsi Sumatera Selatan, mulai dari keamanan, tempat tinggal hingga intensif.
Hal ini dikatakan Gubernur Herman Deru dalam kegiatan Pemulangan PIDI angkata II Periode Mei Tahun 2019 sekaligus pembukaan pembekalan PIDI angkatan II Periode Mei Tahun 2019 Provinsi Sumatera Selatan di Hotel The Zuri, Senin (13/05/2019) sore beberapa hari yang lalu.
Sebanyak 45 dokter peserta PIDI yang sudah selesai bertugas sementara di tiga Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Banyuasin, Kabupaten OKI dan Kota Lubuk Linggau. Dan Pemprov Sumsel melalui Dinkes juga kembali menerima sebanyak 41 peserta PIDI untuk kembali ditempatkan di tiga kabupaten/Kota tersebut.
“Makanya bagi kepala daerah yang kebetulan menjadi wahana tempat penempatan para dokter ini, saya harap betul bisa memberikan perhatian khusus. Paling utama adalah soal keamanannya, kedua tempat tinggalnya dan yang ketiga kalau memang ada kelebihan APBD bisa dimanage intensifnya untuk peserta ini. Kalaupun tidak ada ajak perusahaan sekitar untuk memberikan perhatian berupa CSR”, katanya.
Program internsip bukan sekedar mengembangkan ilmu, tapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Karena itu khusus bagi peserta yang baru akan ditempatkan diminta menjaga mental sebaik-baiknya. Selama 8 bulan peserta akan ditempatkan di beberapa rumah sakit dan 4 bulan berikutnga di lapangan apakah itu RS, Puskesmas atau bahkan Puskesmas Pembantu (Pustu).
"Karena itu belajarla mengenali karakter masyarakat setempat, baik itu budayanya, bahkan bahasa, karena ini penting dalam upaya memberikan sentuhan langsung ke mereka. Sedapat mungkin saya ingin kalian bisa mencegah agar mereka yang sehat tidak menjadi sakit. Nah untuk itu kalian harus bergaul dengan tokoh masyarakat baik itu RT, Kades, bahkan ibu-ibu Posyandu," jelasnya.
Mewakili Menkes, Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan dr Kuwat Sri Hudoyo mengatakan tujuan PIDI adalah proses pemantapan multi profesi dokter untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dalam rangka pemahiran dan pemandirian untuk menjadikan dokter profesional.
"Dasar pelaksanaan adalah UU Pendidikan Kedokteran Nomor 20 Tahun 2013 yang mengharuskan program profesi dokter dilanjut dengan program internsip," jelasnya.
Internsip sendiri merupakan program pemahiran dan pemandirian dokter yang merupakan bagian dari program penempatan wajib sementara paling lama satu tahun di wahana rumah sakit dan puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Lesty Nurainy mengatakan, selain Pemulangan PIDI angkatan II periode Mei Tahun 2018 sekaligus pembukaan pembekalan PIDI angkatan II periode Mei Tahun 2019 Provinsi Sumsel, pada kesempatan itu Ia juga mengundang tenaga keseharan Program Nusantara. Mereka ini baru selesai masa pengabdiannya selama dua tahun di daerah terpencil di Provinsi Sumsel yang berjumlah 14 orang.
Adapun penempatan tenaga kesehatan Nusantara ini adalah sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan sehingga dapat menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan. (ADV)
Hadir dalam acara ini Ketua Komite Internsip dokter Indonesia (KIDI) pusat dr. Zainal Arifin, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran yang diwakili pembantu dekan II, dr.Irfanuddin, dan Duta Anti Narkoba Milenial Ratu Tenny Leriva Herman Deru, dan 14 orang Tenaga Kesehatan Program Nusantara sehat yang sudah mengabdi selama dua tahun di daerah terpencil di Prov. Sumsel.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY