Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Gubernur Apresiasi Tim Dokter Pemisahan Kembar Siam

30 August 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
242 Kali Dilihat
Gubernur Apresiasi Tim Dokter Pemisahan Kembar Siam

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengunjungi Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang, Kamis (29/8). Kedatangan orang nomor satu di Sumsel itu untuk menjenguk bayi kembar siam yang sudah di operasi dua hari lalu di RSMH.

Operasi pemisahan bayi kembar siam di Palembang dijalani oleh sepasang bayi bernama Alisya Zahra dan Aysha Jahzara. Bayi berusia 15 hari ini lahir dengan kondisi perut dan dada menyatu dan beberapa organ tubuh yang tidak berfungsi sempurna.

Bayi kembar siam ini merupakan anak pertama dari pasangan Orin Safitri (26) dan Afit Bakhirul Anwar (30). Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Hoesin Palembang saat usia 5 hari.

Kedua bayi mungil ini lahir secara sesar dengan usia kehamilan 35 minggu, melalui proses eklamasi. Kondisi awal bayi Aysha sangat baik, tetapi berbeda dengan kondisi kesehatan bayi Alisya yang buruk.

"Kita bersyukur operasi ini berjalan lancar meskipun ada yang tidak bisa diselamatkan tentunya itu bukan kehendak kita. Namun kita patut berbangga dengan kinerja tim dokter RSMH yang berhasil memisahkan kembar siam yang memang sulit karena termasuk kembar siam parasit yang menempel," ujar Gubernur saat diwawancarai awak media.

Lebih lanjut dia mengatakan kondisi bayi saat ini lebih stabil saat dirinya menjenguk secara langsung di ruangan ICU RSMH. "Tadi saya sudah lihat sendiri kondisinya sudah baik bahkan sudah menyusu dan kita do'ake anak kita ini cepat sehat dan tumbuh besar menjadi anak yang soleha kebanggaan orang tua," jelasnya.

Menurut Tim Operasi Kembar Siam dari RSMH Palembang yang berprofesi sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak Sindu Saksono, berat badan bayi kembar siam ini saat dilahirkan seberat 2.340 gram.

Operasi pemisahan bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan ini, dilakukan selama tujuh jam pada hari Selasa (27/8/2019) dini hari. Ditangani langsung oleh Tim Dokter Ahli gabungan dari RSMH Palembang dan Rumah Sakit Dr Sutomo Surabaya yang dipimpin oleh Agus Harianto.

"Tim sebanyak 34 orang di antaranya dokter 20 orang diantaranya Bedah Plastik, Ortopedi, Cardiopasculer, Dokter Anak juga Spesialis Anastesi," jelasnya.

Proses operasi bayi kembar siam ini dimulai sejak pukul 01.00 WIB. Pada pukul 05.00 WIB dimandikan dan dikirim ke ruang operasi pada pukul 06.00 WIB.

Sekitar pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB, tim dokter memasang alat anastesi. Namun, tindakan ini cukup sulit karena bayi sangat kecil, terutama mencari pembuluh darah. Operasi pemisahan dilaksanakan pada pukul 12.27 WIB dan selesai proses sekitar pukul 16.00 WIB.

"Sebelum operasi, kita optimis bisa menyelematkan keduanya dan berhasil memang memisahkan keduanya. Namun, bayi Alisya tidak bisa bertahan, karena paru-parunya kecil, jalan napas buntu dan jantungnya hanya berdenyut sesekali," ujarnya.

Bayi Alisya bertahan hidup selama ini, karena asupan darah dari Aysha. Jantung bayi Aysha membengkak karena kelelahan dan bisa berdampak buruk. Untuk itu bayi kembar siam ini harus dipisahkan.

Agar bisa menyelamatkan salah satu bayi, tim dokter harus mengambil tindakan penutupan saluran darah ke bayi Alisya. Seusai operasi, hanya satu bayi yang bisa diselamatkan tim dokter.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY