Gubernur Akan Pimpin Rakorsus Percegahan Karhutbunlah 2018
Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumsel Alex Noerdin akan memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018, di Griya Agung Palembang, Senin (02/04/2018).
Rakorsus ini akan dihadiri akan dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyrakat Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Irjend Pol. Carlo Brix Tewu, Deputi Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial Ekonomi dan Budaya Strategis Kantor Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho , Deputi Penanganan Darurat BNPB RI, Menteri Pertanian RI, Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Panglima Kodam (pangdam), Kepolisian Daerah (Kapolda), Forum Pmpinan Daerah Prov.Sumsel, Ketua DPRD Sumsel, Dan Satgas Karhutla Prov.Sumsel, Para Bupati Wilayah Karhutlah, Pimpinan Perusahaan, NGO dan Mitra Green Growth.
Pada 2017, pemerintah prov.Sumsel telah melakukan berbagai upaya untuk menekan terjadinya karhutlah. Upaya itu meliputi penyampaian informasi peringatan dan deteksi dini (datahotspot) melalui web sipongi.menlhk.go.id, patroli rutin dan patroli terpadu pengendalian karhutlah, sosialisasi serta penyuluhan bahaya karhutlah
Upaya pemadaman melalui darat dan udara juga telah dilakukan, termasuk penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA), pelatihan serta pembentukan brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan (brigdalkarhutla) di tingkat tapak juga pemegang konsesi, serta penguatan sarana dan prasarana pengendalian karhutlah
Propinsi Sumatera Selatan dengan luas sekitar 8,8 juta hektar,dimana sekitar 3,5 juta hektar merupakan kawasan hutan,dan terdapat1,4 juta hektar adalah
Kawasan gambut yang rawan kebakaran.
Berdasarkan data Citra Satelit Landsat 8 OLI TIRS dan Citra Satelit Sentinel 2, kebakaran padaTahun 2015 mencapai 736.536,00 hektar dengan total 27.043 hotspot,dan 43,21 persen kebakaran berada di lahan gambut.
Pada tahun 2016 luas kebakaran turun hanya seluas 978,00 hektar turun 99,87 persen dan 973,00 hotspot,terjadi di lahan gambut sebesar 17,38%; Tahun 2017 kebakaran meningkat menjadi 9.286 hektar dengan1.212 hotspot, dan yang terbesar terdapat pada lahan mineral sebesar 91,33 persen, dan gambut sekitar 8,67 persen. Memang pada tahun 2017relatif lebih panas dibandingkan tahun 2016.
Keberhasilan penurunan titik hotspot pada tahun 2016 dan tahun 2017,merupakan prestasi terbaik yang telah dilaksan akan oleh tim pengendalian kebakaran
Hutan dan lahan dibawah komando Komandan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Komandan Korem 044 Garuda Dempo dan tentunya dukungan dari semua instansi vertical termasuk TNI POLRI dan OPD terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,dan tentunya juga berkat Redho dan Pertolongan dari Allah Subhanallahutaalah, walaupun berdasarkan evaluasi yang disampaikan oleh Dan satgas ada Pemerintah Kabupaten yang belum optimal dalam memberikan dukungan dalam pelaksanaan pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan.
MC diskominfo Prov.Sumsel/CleY