Diskominfo Sumsel Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Pelatihan Jurnalistik
Palembang, sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Harian Pagi Sumatera Ekspres (Sumeks) menggelar pelatihan dan pendidikan formal Jurnalistik Media Cetak, Elektronik dan Media Online untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Dinas Kominfo baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Sumsel.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Winer Palembang, Selasa (12/2/2019) itu dibuka langsung Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Jon Kenedy bersama General Manager Sumatera Ekspres, Hj. Nurseri Marwah dan Kepala Bidang Pengelola Informasi Publik, Diskominfo Provinsi Sumsel, Amrullah S.STP., M.Si.
Tidak hanya pegawai dari Diskominfo Provinsi Sumsel, peserta pelatihan Jurnalistik juga berasal dari Diskominfo Kabupaten dan Kota diantaranya Kominfo Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, dan Kota Lubuk Linggau serta peserta dari mahasiswa UNSRI dan UIN Raden Fatah Palembang, termasuk 1 orang Jurnalis asal Kolombia yang juga mahasiswa UNSRI.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Jon Kenedy mengharapkan peserta pelatihan dapat memahami tentang bagaimana penulisan berita yang baik, bagaimana mengutip berita dan bagaimana membagikan berita. Sehingga, kedepan informasi yang diterima masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan, sumbernya jelas dan tidak menjadi berita hoax.
"Saat bapak Gubernur bertemu Pimred (Pimpinan Redaksi) Sumeks, beliau menyampaikan agar melakukan pelatihan tentang Jurnalistik ini. Alhamdulillah, bisa terwujud apa yang disampaikan bapak Gubernur itu, salah satu program beliau meningkatkan kualitas SDM yang berkaitan dengan bidang TIK (Teknoligi Informasi Komunikasi)," ungkap Jon Kenedy.
Lanjut ia mengatakan, Diskominfo saat ini menjadi sumber informasi karena semua data dan informasi berada di Kominfo. Untuk itu, Diskominfo harus benar - benar siap terutama dengan SDM yang ada, termasuk ketersediaan SDM yang benar -benar memahami tentang Jurnalistik.
"Dengan pelatihan ini sebanyak 20 orang staf kita kirim untuk mengikuti pelatihan. Kita harapkan dapat meningkatkan kualitas penulisan berita dan penyampaian informasi yang dilaksanakan Diskominfo menjadi lebih baik lagi," harapnya.
"Kita harapkan juga melalui pelatihan ini admin dari media online Diskominfo Sumatera Selatan yang sejak 2 tahun terakhir sudah berjalan dengan baik kedepan semakin lebih baik lagi. Diera digitalisasi saat ini semua berita terbit dengan cepat, jangan sampai nantinya mereka salah mengutip dalam penulisan berita," lanjut Jon Kenedy.
Sama halnya diungkapkan General Manager Sumatera Ekspres, Hj. Nurseri Marwah, ia mengaharapkan peserta pelatihan khususnya dari Diskominfo dapat memahami dan mengenal teori-teori dasar jurnalistik karena Diskominfo sendiri berkewajiban menyampaikan informasi dan menjembatani antara pemerintah dengan media.
"Kita berharap teman-teman Kominfo ini walaupun tidak sama dengan Jurnalis minimal mereka mengenal teori-teori dasar jurnalistik. Kalau ada rilis berita minimal mereka paham bahwa statemen Gubernur yang bener itu seperti ini. Jadi, ketika di media lain beredar di luar itu mereka paham bahwa mana berita yang hoax mana yang bukan," ujarnya.
Nurseri Marwah menambahkan, untuk menjadi jurnalis profesional adalah tugas wartawan karena Aparatur Sipil Negara (ASN) Diskominfo bukan dalam pengertian dituntut harus menjadi jurnalis tetapi minimal tau bahwa apa yang menjadi batasan hoax, berita bagaimana yang harus diluruskan termasuk juga kepada siapa akan meluruskan dan memberikan penjelasan.
"Pelatihan ini gampang - gampang susah untuk mengikutinya, kita di Sumeks saja butuh kurang lebih 6 bulan untuk berlatih, yang terpenting dalam penulisan berita harus memenuhi unsur 5W1H. Selamat mengikuti pelatihan kepada peserta, dan kami berterimakasih kepada kominfo Sumsel, semoga kerjasama ini dapat terus terjalin," tutupnya.
MC Diskominfo Provinsi Sumsel /AD