Diskominfo Sumsel Ikuti Penanggulangan Insiden Web Defacement Sektor Pemerintah
Jakrta, Sumselprov.go.id -- Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, berbagai layanan publik telah terintegrasi dengan teknologi informasi. Pemerintah Indonesia selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE ini, akan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.
Pemanfaatan TIK untuk penyelenggaraan e-government juga diikuti oleh dampak negatif berupa ancaman kejahatan siber, dengan berbagai macam motif yang menjadi latar belakangnya. Ancaman siber ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kerentanan atau celah keamanan yang terdapat pada sistem e-government.
Dalam rangka mengantisipasi serangan perusakan (web defacement) yang kerap menyasar website pemerintah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI mengadakan kegiatan drill test penanggulangan insiden web deface sektor pemerintah, di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Rabu (27/3).
BSSN memantau banyak sekali situs website milik pemerintah yang menjadi korban dari serangan web defacement. Web defacement adalah upaya yang dilakukan secara tidak sah untuk mengganti visual atau tampilan halaman utama website resmi milik pemerintah, sehingga dapat menggangu layanan dan kredibilitas instansi pemerintah pemilik website tersebut.
Kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan sistem keamanan informasi nasional ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi se-Indonesia.
Disampaikan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan diikuti oleh sejumlah dampak negatif berupa ancaman kejahatan siber, dengan berbagai macam motif yang menjadi latar belakangnya. Ancaman biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kerentanan atau celah keamanan yang terdapat pada sistem e-government yang dikelola pemerintah.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Marsekal Muda TNI Asep Chaerudin mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran para pimpinan stakeholder akan pentingnya pengamanan informasi yang berkaitan erat dengan peningkatan infrastruktur teknologi informasi serta kemampuan SDM dalam mengatasi serangan siber.
Lebih lanjut Asep mengatakan, salah satu komponen penting dalam mewujudkan keamanan siber adalah tersedianya tata kelola penanggulangan dan pemulihan insiden. Hal ini diwujudkan oleh BSSN dengan membangun kesiapan para stakeholder dalam menangani insiden keamanan siber.
Selanjutnya Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN ini juga mengaskan, “Bahwa keamanan siber merupakan isu strategis setiap negara, kejahatan siber dapat terjadi melampaui batas-batas tutorial dan wilayah serta tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Oleh karena itu, keamanan siber merupakan tanggung jawab kita bersama”, ujar Asep.
“kami mengajak para peserta drill test untuk bekerja sama, berkoordinasi, berkomunikasi dan bertukar informasi untuk dapat mengelola keamanan siber secara bersama-sama sesuai peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing”, tegasnya.
Sementara Kepala Seksi Persandian Bidang TIK Diskominfo Prov.Sumsel Marwanika, SH menyampaikan “Provinsi Sumatera Selatan termasuk diantara 17 Provinsi yang akan mendapat Asistensi terkait pembentukan CSIRT”, ujar Eka sapaan keseharian Kepala Seksi Persandian.
Target Pembangunan Nasional adalah pembentukan CSIRT sektor instansi pemerintah yang terdiri Instansi Pusat yaitu Lapan, Kemenristekdikti, Kemenkes, Kemlu dan Kemenkominfo serta Instansi daerah yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Ini merupakan tahap pertama, sementara Sumatera Selatan target berikutnya dan sebelum tahun 2014 seluruh provinsi CSRT sektor pemerintah.
Kegiatan Drill test, diawali dengan paparan Bisron Wahyudi, dari Tim ID Sirti BSSN. Selama kegiatan berlangsung, setiap peserta akan melakukan simulasi terhadap insiden siber yang terjadi dan di akhir kegiatan akan diumumkan peserta dengan nilai terbaik.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumber Kepala Seksi Persandian/Marwanika