Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Digitalisasi SPBU Kontrol Stok BBM di Sumsel

19 February 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
150 Kali Dilihat
Digitalisasi SPBU Kontrol Stok BBM di Sumsel

Palembang sumselprov.go.id- Pertamina mengembangkan inovasi teknologi digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan menjamin ketidakcurangan dalam penyaluran BBM. Selain itu, penghitungan pendapatan dari penjualan BBM di setiap SPBU akan lebih cepat dan akurat.

Terkait hal tersebut, Menteri BUMN RI, Rini M. Soemarno memantau perkembangan digitalisasi di SPBU COCO 21.301.01, Kenten, Palembang, Kemarin (17/2/2019). “Sampai pertengahan Februari 2019 terdapat 341 SPBU menerapkan digitalisasi,” katanya.

Rini menjelaskan digitalisasi SPBU akan memuat informasi kondisi stok BBM di SPBU secara real time, jumlah BBM yang paling banyak dikonsumsi,dan jumlah transaksi yang dilakukan oleh pembeli.

“Digitalisasi SPBU akan mencatat setiap nama pembeli. Sehingga, kita bisa tahu pelanggan mana yang paling loyal membeli produk Pertamina di SPBU tersebut,” jelas Rini. Ia mengatakan semua SPBU di Indonesia sudah dapat melayani pembelian secara non tunai pada akhir Juni tahun 2019.

Sementara itu Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengapresiasi upaya digitalisasi SPBU yang dilakukan Pertamina di seluruh Indonesia, terutama di Sumsel.

“Sebagai Kepala Daerah, saya akan mendukung pengembangan digitalisasi SPBU ke seluruh wilayah Sumsel,” ungkapnya.

Herman Deru juga mengatakan setiap pihak dapat sepakat untuk mendigitalisasi semua SPBU. Hal ini agar kelangkaan BBM tidak terjadi.

Menambahkan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan digitalisasi SPBU dapat mengontrol stok BBM di SPBU dan TBB. Sehingga, tidak akan ada lagi isu-isu kelangkaan BBM di SPBU. Karena Pertamina dapat memantaunya secara real time.

“Dari 5.850 SPBU semuanya sudah menerapkan digitalisasi ini paling lambat Juni 2019,” ucapnya. Tujuannya jelas untuk menjaga kecukupan stok BBM di setiap SPBU sekaligus mendukung program pengurangan transaksi nontunai.

“Sampai akhir bulan saya targetkan penerapan digitalisasi ada di 1000 SPBU. Dan 3500 SPBU sampai akhir bulan Maret. Akhir semester ini semua harus selesai,” pungkasnya.

MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ Foto: HumasProvSumsel