Di Hadapan 2.000 Dokter Anak, Herman Deru: Cegah Stunting Sejak Kandungan Demi Indonesia Emas 2045
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memaparkan kisah sukses penurunan stunting di Sumsel pada malam Sriwijaya Imperial Night Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ke-14 di Palembang, Minggu (25/10) malam.
Di hadapan sekitar 2.000 dokter anak dari seluruh Indonesia, Herman Deru menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan setelah anak lahir, melainkan wajib dimulai sejak dalam kandungan untuk mempersiapkan tumbuh kembang fisik dan psikis anak menyongsong Indonesia Emas 2045. Sebagai langkah nyata, Pemprov Sumsel telah mengaktifkan 600 Posyandu hingga ke pelosok daerah.
"Tahun 2023 berkat dukungan semua pihak, khususnya para dokter anak, Sumsel berhasil menurunkan angka stunting lebih dari 6%. Kami berharap forum ilmiah ini dapat melahirkan rekomendasi konkret bagi kebijakan kesehatan anak di Sumsel," ujar Herman Deru.
Selain menyampaikan komitmen kesehatan, Herman Deru mengapresiasi dampak positif perhelatan PIT IDAI ke-14 terhadap geliat ekonomi lokal, termasuk peningkatan konsumsi pempek Palembang oleh para peserta.
Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K), menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh Pemprov Sumsel dan menekankan pentingnya sinergi antara tenaga medis dan pemerintah daerah demi peningkatan layanan kesehatan anak di Indonesia.
"Kalau melihat Bumi Sriwijaya kita
melihat masa-masa keemasan
nusantara, peradaban ini bisa kita terapkan dalam melayani kesehatan anak. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bekerja sama dengan pemda setempat," pungkasnya.
Turut hadir Para Kepala OPD