Danrem 044/Gapo Selaku Dansatgas Ajak All Out seluruh Anggota Satgas Focus Karhutla
Palembang, sumselprov.go.id -- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumsel Tahun 2019, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Provinsi Sumsel yang juga sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono menggelar rapat koordinasi (Rakor) melalui Vidcon ke Kodim jajaran Korem 044/Gapo tentang rencana kegiatan Posko Satgas Karhutla Prov. Sumsel Tahun 2019 bertempat di Ruang Yudha Markas Korem 044/Gapo Jln. Jenderal Sudirman KM. 4,5 Palembang, Jumat (26/7).
Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono selaku Dansatgas Karhutla menyampaikan tentang pelaksanaan operasi Satgas Karhutla Prov. Sumsel tahun 2019. Dimana dalam Satgas Karhutla Prov. Sumsel tahun 2019 telah disusun organisasi mulai dari Dansatgas hingga tingkat pelaksanan diantaranya Subsatgas Darat, Subsatgas udara, Subsatgas Gakkum, Subsatgas Sosialisasi, Subsatgas Doa dan Subsatgas di tingkat Kabupaten/Kota.
“Masing-masing Subsatgas harus pro aktif dengan melaksanakan kegiatan nyata dalam penanggulangan Karhutla, seluruh unsur Satgas harus all out dengan fokus pada pencegahan dan penindakan”, tegasnya.
Lanjut Dansatgas, tugas Tim Satgas Gabungan adalah pencegahan bukan pemadaman, melalui tindakan menempatkan, menguasai dan mengamankan wilayah dengan melaksanakan patroli dan sosialisasi bahaya Karhutla terhadap masyarakat untuk mengubah prilaku bakar lahan dalam olah lahan.
“Sedangkan peran serta kementerian/ lembaga dan pelaku usaha terkait dalam pencegahan Karhutla adalah fokus pemberdayaan ekonomi masyarakat dan serius program desa peduli api dengan memfasilitasi masyarakat desa”, terangnya.
Diakhir paparannya, Dansatgas menegaskan bahwa peran TNI-Polri akan melakukan all out diseluruh unsur dengan fokus pada pencegahan dan penindakan, terdepan dalam segala usaha yang bisa timbulkan titik api baik oleh oknum masyarakat meupun oknum dunia usaha, membantu mengawal semua program agar fokus ke usaha pencegahan Karhutla dan menindak tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan usaha potensial menimbulkan api.
“Apa yang dilakukan Satgas Karhutla Prov. Sumsel atas perintah dan instruksi Kepala BNPB, Pangdam II/Swj, Gubernur Sumsel dan Kapolda Sumsel agar Sumsel bebas api dan asap, perlu peran serta dan kerjasama semua pihak”, pungkasnya.
Sementara upaya-upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan oleh masing-masing OPD terkait, disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan berupa Pelatihan Regu Pemadam Karhutla, kegiatan ini sedang, akan dan telah dilaksanakan. Tafsiran Karhutla dilakukan setiap minggu, Rapat perusahaan HTI membahas agar 188 Posko diaktifkan sesuai titik koordinat yang ada, melakukan himbauan kepada seluruh Posko di 14 KPH, masyarakat peduli api jangan hanya sekedar tampilan tetapi juga harus melaksanakan pencegahan, kemudian melakukan pembinaan masyarakat sebanya 6000 masyarakat di dalam hutan (Sungai Merang dibina KPH), melakukan audit kepatuhan sapras dan personil pengendalian karhutla (ada data di Dinas Kehutanan Prosiasi) dan melakukan sosialisasi mulai Januari hingga saat ini.
Dari Dinas Pertanian Sumsel menyampaikan Program tahun 2019 SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) di OKI, MUBA, Banyuasin, Ogan Ilir dan MURA, Membantu Kelompok Tani dan Organisasi, memberi bantuan pompa air (Upsus) antisipasi kekeringan dan Gapok tani tidak membakar lahan.
Selain itu Dinas Pertanian juga menganggarkan dana kegiatan cegah karhutla dari provinsi, sosialisasi terus menerus agar kesadaran masyarakat tidak membakar ketika membuka kebun dan lahan. Disampaikan juga dari 90 desa yang sudah terbakar di OKI seluas 35.000 Ha atau 28 desa.
Sementara dalam penanganan karhutla Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan 29 desa sudah dipetakan pelaku usaha (5 km dari wilayah usaha menjadi tanggung jawabnya) di dekat konsesi. Melakukan efetivitas mobilisasi di tempelkan ke pelaku usaha, efek konflik antara pelaku dengan masyarakat. Arahan Danrem/Dansubsatgas agar mengkomunikasikan dengan pelaku usaha.
Dari Dinas PMD (Perberdaya Masyarakat Desa) menyampaikan mensinergikan dana desa dengan kegiatan pencegahan karhutla dengan banyak pendamping, membuat Permendes Penggunaan Dana Desa yang meliputi : desa lebih proolehi dengan cegah karhutla, ada rekening khusus untuk atasi bencana di desa, Penggagasan alat-alat sederhana untuk penanganan, desa peduli api dan perlu siaga karhutla agar di revisi, pendampingan agar dapat membina penanggulangan karhutla.
Selanjutnya disampaikan juga PMD focus ke desa (Kades dan Perangkat) pelatihan di desa (menyisipkan materi karhutla), untuk dana PMD belum bisa mengalokasikan dana untuk karhutla. Arahan dandrem/Dansubsatgas agar PMD kabupaten/kota optimal fokus pada karhutla dan upayakan data desa peduli api.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan, upaya penanganan karhutla yaitu memberikan saran Surat Tugas Gubernur tentang Pencegahan Karhutla evaluasi 121 perusahaan HTI dan perkebunan (KTPA dan MPA terbaik), melakukan kerjasama dengan BRG (Cinta Jaya Pedamaran) Revitalisasi ekonomi (bantuan demplot) anyaman purun.
Tahun 2018 membangun 33 desa (sekat kanal ± 300 sekat), tahun 2019 kelompok masyarakat di 7 desa dan ada bantuan BRG. Arahan Danrem/Dansubsatgas, cek kegiatan tersebut dikaitkan dengan ekonomi kreatif, cek apa yang cocok (kopi Liberica) cek mana yang cocok (lidah buaya/pohon pinang), subsatgas memetakan wilayahnya di singkronisasikan dengan dinas terkait dan program di arahkan ke wilayah yang rawan.
TRGD Sumsel menyampaikan upaya yang dilakukan TRGD sebagai kepanjangan BRG Pusat yaitu Pembahasan (sekat kanal, sumur bor dan pemeliharaan sekat), revitalisasi, revegetasi pembiakan ekosistim gambut Focus TRGD sumsel daerah lahan gambut, kemudian progran revitalisasi peningkatan ekonomi produktif tahun 2019 24 paket, bentuk kegiatan sesuai kearifan lokal dan melakukan kerjasama dengan NGO bulan Agustus.
Dijelaskan juga mensinergikan alat pemantau tinggi permukaan air dan tanah (pantau tinggi air, memantapkan kanal bloking, sumur kanal dan sumur bor kemudian akan menyusun ulang kelompok masyarakat yang ada (cek bantuan sumur bor) 1 unit mensiarkan /20 titik air. Akan membentuk Tim Pembasahan kerjasama dari TNI/Polri di bulan Agustus dan September dan melakukan sosialisasi lahan gambut tanpa bakar di Ogan Ilir, Muba dan Kopi Liberica di Banyuasin dan Keripik Monai. Arahan Danrem/Dansubsatgas masing-masing cek upaya TRGD Sumsel apakah masih berjalan secara efektif/petakan.
Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan saran agar Tagana Dinsos disinergikan di masing-masing wilayah, masyarakat pendanaan Tagana di wilayah kemudian Subsatgas agar mengajak Dinsos di wilayah (PMKS), Pemuka agama dimasukkan.
Disarankan juga oleh Dinsos Tim Ulama agar memasukkan materi cegah Karhutla/ jaga alam sebagai kewajiban kita (ikhtiar kita dalam menjaga alam), serta undang FKUB untuk sosialisaikan Karhutla. Arahan Danrem/Dansubsatgas Tokoh agama agar dilibatkan untuk memasukkan materi cegah karhutla pada saat bertemu umat.
PPI/Manggala Agni dalam memberikan saran menyampaikan ada 4 Daops BA, Muba, OKI dan Lahat sementara pencegahan yang dilakukan 25 posko patroli pencegahan, patroli terpadu, kampanye pencegahan/ sosialisasi di Aula. Melakukan pemadaman darurat, kemitraan di daerah dan 25 posko berisikan dengan 90 Desa (di desa hotspot).
Dandim 0402/OKI menyampaikan saran anggota bukan sebagai pemadam kebakaran dan plot projekt budi daya Jamur di Sungai Sodong dan Gajah Mati dan bekerjasama dengan BNN penanaman Jahe Bintang Tujuh.
Sementara Karoops Polda menyampaikan saran Kabagops dana DP sudah didistribusikan 2 hari yang lalu (operasi dan Anggota) konsekuensinya di lapangan ada aksinya, laporan pelaksanaan di lapangan.
Evaluasi di bulan yang akan datang agar terjadi program harus ada yang di rubah dan krimsus jangan ragu dan tahun lalu ada 8 kasus yang masuk dalam kejadian.
Selain melakukan rapat koordinasi, melalui Vidcon yang diikuti oleh Kodim 0403/OKU, Kodim 0404/Muara Enim, Kodim 0406/Mura, Kodim 0430/Banyuasin, Polres OKI, Polres OI, Polres Muba, Polres OKU, Polres Muara Enim, Polres Mura, Polres Banyuasin dan Kalaksa BPBD Kabupaten (OKI, OI, Muba, OKU, Muara Enim, Mura, Banyuasin) serta OPD Kabupaten yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla.
Kegiatan Rakor ini dihadiri oleh Danlanud SMH Palembang, Karo Ops Polda Sumsel, Ditreskrimsus Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI, Tim Restorasi Gambut Prov. Sumsel, Kadis Kehutanan Sumsel, Kadistan TPH Sumsel, Kadisbun Sumsel, Kadis PMD Sumsel, Kadis LH & Pertanahan Sumsel, Kadissos Sumsel, Kadis Kominfo Sumsel, Kalaksa BPBD Sumsel, Pol PP Sumsel, Balai PPI & Karhutla Sumatera dan Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten Palembang
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Foto Arief/Nopri BPBD Sumsel