Buka Pameran di PALI, Gubernur Herman Deru Dan Istri Ikut Membatik
PALI, sumselprov.go.id – Usai menghadiri Rapar Paripurna Istimewah DPRD HUT ke-6 Kabupaten PALI, Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi sang istri melanjutkan agenda kunjungan kerja dengan membuka Pameran Pembangunan dalam rangka HUT PALI di Gelora November, Senin (22/04/2019) sore.
Pembukaan Pameran Pembangunan ini ditandai dengan pemukulan gendang oleh Gubernur Herman Deru, Bupati PALI Heri Amalindo dan Ketua DPRD PALI H. Sumaryono.
Meski diguyur hujan deras, Gubernur Herman Deru dan rombongan tetap antusias mengunjungi stand di pameran tersebut.
Di salah satu stand yang menyajikan kain-kain batik khas PALI, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrina Lustia Herman Deru bahkan menyempatkan diri ikut membatik bersama para pengrajin
Didampingi langsung sang suami, Feby Deru tampak serius melukis pola batik di atas sehelai kain berwarna putih.
“Nah pa, bagus jugo buatan mama nih,” ujarnya kepada sang suami.
Sesuai arahan Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya, Pameran Pembangunan guna memperkenalkan segala potensinya.
Karena itu ia meminta semua masyarakat agar tidak sungkan bereksplorasi mengkreasikan aneka produk keunggulan, baik itu kuliner maupun kain tradisional seperti batik khas PALI.
"Saya lahir di Desa Sidomulyo. Jarak ibukota kecamatan lebih kurang 7 Km dari rumah."
"Suatu kali saya datang ke pameran pembangunan. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah maket perkantoran."
"Waktu itu saya SD masih lihat itu luar biasa sekali. Nah tahun 2005 saya datang dan lihat lagi masih seperti itu juga tidak berubah."
"Ini masalah menurut saya, artinya tidak ada perubahan," jelas gubernur yang juga akrab disapa HD ini.
Meskipun baru berusia 7 tahun Kabupaten PALI, kata HD, harus kreatif. Begitupun dalam menyelenggarakan Pameran Pembangunan yang itu-itu saja tanpa ada inisiatif untuk membuat suatu inovasi.
Begitupun dalam menyelenggarakan Pameran Pembangunan yang itu-itu saja tanpa ada inisatif untuk membuat suatu inovasi.
"Kalau pameran artinya kita menyajikan yang terbaik. Ini seperti etalase kita."
"Disinilah cermin PALI nanti. Makanya jangan main-main dengan pameran."
"Karena terkadang kita ini ada penyakit suka meniru punya orang dan tidak bangga dengan kekayaan kita sendiri," jelasnya.
Menurut Dia boleh saja kita tahu budaya orang lain atau mempelajari tapi akan lebih baik kalau kita yang mengajak orang lain suka dengan apa yang kita perbuat.
"Dari awal saya sudah lihat PALI ini kreatif, buktinya pas paripurna tadi kita pakai baju adat yang bagus."
"Dan mereka kembali memperkenalkan kain batiknya, ini saya pakai dengan ibu Feby," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten PALI Heri Amalindo mengungkapkan, selain menyemarakkan HUT ke-6 Kabupaten yang dipimpinnya., pameran ini juga bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Sekaligus mensosialisasikan program serta hasil pembangunan saat ini baik dari pemerintah, swasta dan UMKM.
"Kita juga punya misi agar kegiatan ini menginspirasi dan menggalang masyarakat bersama-sama mewujudkan PALI yang Serasi Nian yakni menjadi Sentra EkonomI, masyarakat yang agamis, inovatif indah dan nyaman," tambahnya.
Setiap tahun, lanjutnya, selain Pameran Pembangunan, digelar juga festival rakyat dengan berbagai perlombaan seperti tari dan lagu daerah.
Bahkan untuk meramaikan pameran, pihaknya juga mengundang partisipasi dari kabupaten lain meskipun untuk saat ini, belum ada yang ikut ambil bagian.
Untuk pameran kali ini tercatat ada kurang lebih 161 stand yang terdaftar ikut menjadi peserta.
“Target kami PALI harus menjadi bagian sentra ekonomi Sumsel”.
“Tahun depan kami harap semua Kabupaten se-Sumsel ikut berpartisipasi bahkan bila perlu dari luar Sumsel”, tuturnya.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP