Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Bios 44 Cairan " Ajaib" Bantu Petani di Banyuasin

21 February 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
42 Kali Dilihat
Bios 44 Cairan " Ajaib" Bantu Petani  di Banyuasin

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran bersama Danramil 430-03/Mariana Kapten Kav Suherman didampingi oleh Babinsa dan Kepala Desa Gelebak Dalam Hendri Sani meninjau lahan yang akan dijadikan petak percontohan sawah menggunaan BIOS 44.

Areal sawah yang disiapkan oleh Kepala Desa Gelebak Dalam Hendri Sani seluas lebih kurang 2,5 Ha akan ditanami padi yang kemudian ditaburi dengan mikro organisme BIOS 44 yang merupakan hasil temuan tim  Korem 044/Gapo di bawah Pimpinan Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo saat itu.

Bios44 merupakan cairan ajaib yang Dasyat, cairan yang mampu membuat tanah menjadi subur, selain itu Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran menjelaskan bahwa selain sebagai bahan yang mampu menguraikan mikro organisme menjadi bahan pupuk, Bios44 merupakan perpaduan beberapa mikro organisme yang disatukan, yang memiliki banyak manfaaat dibidang pertanian, perikanan dan bahkan bermanfaat dibidang peternakan dan tidak berbahaya bagi tumbuhan, hewan maupun manusia.

Bios44 ini mampu memperkecil hingga menutupi rongga-rongga lahan gambut, sehingga lahan gambut tidak mudah terbakar. Karna di Kabupaten Banyuasin memiliki lahan gambut sangat luas dan rentan sekali dengan kebakaran lahan hutan.

Maka Dandim 0430/Banyuasin merasa perlu mengajak masyarakat menggunakan dan memanfaatkan teknologi pertanian yang diciptakan oleh tim Korem 044/Gapo yaitu dinamakan dengan Bios44 di lahan miliknya, dan begitupun pihak pengusaha perkebunan yang berada di Sumsel untuk ikut serta andil dalam pecegahan karhutlah melalui penaburan Bios44.

"Bios 44 merupakan salah satu cara yang efektif mencegah dan mengantisipasi Karhutlah yang dimulai dari sedini mungkin saat musim penghujan, Setelah disiramkan ke lahan gambut cairan Bios44 akan berkembang hingga menutupi rongga- rongga gambut, Bios44 akan lebih mudah berkembang jika kondisi gambut masih dipenuhi air," ucap Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran.

Dandim 0430/Banyuasin juga menjelaskan alasan kenapa Bios44 sebaiknya ditaburkan pada saat ini (musim penghujan) agar Bios44 akan berproses dan terurai dengan baik dan sempurna, sehingga pada awal musim kemarau rongga-rongga tanah akan tertutup rapat.

"Hal ini sangat efektif mencegah menjalarnya api kelahan yang lainnya sehingga tidak mudah terbakar," jelasnya.

Program penyebaran Bios44 di lahan gambut di Sumatera Selatan merupakan upaya pencegahan kebakaran lahan, ide yang cemerlang ini digagas oleh mantan Komandan Korem 044/Gapo terdahulu Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo yang saat ini menjabat sebagai Danrem 032/WB padang dan timnya bersama Prof. Muhammad Tamim Pardede, kemudian terus dikembangkan baik di dalam negeri maupun sampai ke beberapa negara juga telah menggunakan Bios44 ini.

Kolonel Arh Sonny Septiono Komandan Korem 044/Gapo saat ini, memerintahkan para Dandim di jajaran Korem 044/Gapo untuk Fokus melanjutkan Program yang digagas pendahulunya untuk mengembangkan Bios44 di Sumsel, sehingga dari sekarang mempersiapkan dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan/lahan pada musim Kemarau (diperkirakan antara Juni s.d September).

"Dengan adanya persiapan dari saat ini, tentunya akan meringankan tugas kita saat musim kemarau," paparnya

Selain itu juga dapat membantu masyarakat petani meningkatkan hasil pertaniannya dengan biaya murah dan hasil melimpah, sudah berulang kali di uji cobakan bahwa dengan menggunakan Bios 44 petani dapat menghasikan padi lebih kurang 7000 Kg s.d 8000 Kg  dan ditempat yang sama dengan menggunakan pupuk kimia hasil padi yang diperoleh petani 6500 Kg s.d 7000 Kg.

"Begitu juga dengan petani tambak ikan, dengan menaburkan Bios 44 air payau dan asin dapat menetralkan PH nya menjadi 7, sehingga ikan-ikan dapat berkembang dengan sehat dan cepat," pungkasnya.[sri]

MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY