Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Balitbangda Sumsel Lakukan Pelatihan Peningkatan Kerajinan Purun di Kec. Pedamaran Kab. OKI

18 July 2018 00:00
Humas Pemprov Sumsel
356 Kali Dilihat
Balitbangda Sumsel Lakukan Pelatihan Peningkatan Kerajinan Purun di Kec. Pedamaran Kab. OKI

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang terorganisir dan efektif, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) merumuskan Program Gerakan Terpadu Serentak Semesta Menuju Rumah Tangga Mandiri (GERTAK SEJUTA MANDIRI).  Program ini merupakan suatu pergerakan terencana dan sistematis oleh seluruh elemen masyarakat secara bersama, bersatu dan kompak dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinana di Sumatera Selatan.

Pada tahun anggaran 2018, Balitbangda Sumatera Selatan berupaya mengentaskan kemiskinan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Nilai Tambah kerajinan Purun di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI.

Pemilihan lokasi dan masyarakat berdasarkan data by name by address pada Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015 dengan jumlah peserta pelatihan 50 orang dari 2 (dua) desa di Kecamatan Pedamaran yaitu desa Menang Raya dan Pedamaran 6 Kabupaten OKI

Pelatihan dibuka oleh Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbangda Sumatera Selatan, Ibu Vera Agustini SE,MM didampingi oleh Sekretaris Kecamatan Pedamaran Bpk Gusnadi Osen dan dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial kabupaten OKI bapak Amirudin, S.Sos. Msi , Kabid Inovasi Balitbangda OkI Bpk Supnir,SE.MM.  Narasumber pelatihan berasal dari YL handycraft Yogyakarta dibawah kepemimpinan Ibu Cornelia Lina Meiliasari.

Kegiatan pelatihan kerajinan anyaman purun bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para pengrajin tikar purun sehingga mereka dapat menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan yang berdampak pada peningkatan penghasilan keluarga.

Materi Pelatihan yang diajarkan yaitu : Pemilihan Bahan Baku, Pewarnaan, Desain dan anyaman. Produk yang dihasilkan dari Pelatihan ini berupa tas, cluth, goodybag, topi dan tatakan gelas. Ke depannya diharapkan Kecamatan Pedamaran dapat menjadi  sentra kerajinan anyaman purun dan menjadi daerah alternatif  tujuan wisata edukasi berbasis kerajinan purun.

Tanaman purun merupakan jenis rumput liar yang tumbuh di rawa-rawa (perairan). Purun sebagai bahan baku dimanfaatkan untuk membuat kerajinan anyaman seperti tikar, sepatu/sandal, tas dan lain-lain. Masyarakat di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI telah memanfaatkan tanaman purun sebagai bahan baku kerajinan tikar namun hasil kerajinan ini belum dapat meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat secara signifikan. Sebagian besar masyarakat masih berada dibawah garis kemiskinan.

Di sisi lain, keberadaan lahan gambut milik negara sebagai lahan pertumbuhan purun telah banyak di alih gunakan peruntukannya .Selain itu dampak kebakaran lahan gambut menyebabkan sedikitnya tanaman purun yang diperoleh. Efek dari kelangkaan  purun  berimbas pada mahalnya harga bahan baku purun.

Kerajinan purun yang dihasilkan masyarakat pada umumnya dijual kepada tengkulak dengan harga yang ditentukan oleh tengkulak. Masyarakat hanya sebagai pricetaker . Tingginya harga bahan baku dan rendahnya harga barang jadi kerajinan membuat masyarakat membuat masyarakat semakin tidak berdaya sehingga angka kemiskinan semakin tinggi.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Sumber : Dwi Karolita