Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Antisipasi Bencana Karhutla Posko Karhutla Prov. Sumsel Gelar Rapat Koordinasi

04 May 2019 00:00
Humas Pemprov Sumsel
299 Kali Dilihat
Antisipasi Bencana Karhutla Posko Karhutla Prov. Sumsel Gelar Rapat Koordinasi

Palembang, sumselprov.go.id --  Awal musim kemarau tahun 2019 di Indonesia jatuh pada bulan April – Mei 2019. Masa transisi musim dari penghujan menuju kemarau tersebut ditandai dengan fenomena musim pancaroba dengan ciri-ciri di antaranya terjadi perubahan ekstrem, dari terik hujan lebat, angin kencang hingga suhu yang berubah-ubah. Kendati demikian, tidak semua wilayah mengalami perubahan kemarau secara bersamaan.

Dalam rangka tanggap darurat dan guna menanggulangi bencana tersebut telah ditetapkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 196/KTPS/BPBD-SS/2019, tanggal 1 April 2019 tentang Pembentukan Pos Komando Satuan Tugas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di Provinsi Sumatera Selatan.

Sehubungan dengan Surat Keputusan tersebut diselenggarakan Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutbunla Posko Satgas Karhutla Prov. Sumsel Tahun 2019. Rapat dibuka oleh Wakil Ketua Satgas Posko Karhutla, Kepala Pelaksana Badan Pengendalian Bencana Daerah Prov.Sumsel, H.Iriansyah, SKM., M.Si dan dipimpin langsung oleh Dansatgas Posko Karhutla, Dandrem 044 GAPO Kolonel Arh. Sonny Septiono. Acara berlangsung di Posko Siaga Asap BPBD Prov. Sumsel, Jalan Arah Bandara SMB II Palembang, Kamis (02/05/2019).

Pada awal acara Dansatgas Posko Karhutla, Kolonel Arh. Sonny Septino, menyampaikan tugas masing-masing sub satgas Posko Karhutla  yang tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor :196/KTPS/BPBD-SS/2019, tanggal 1 April 2019. Dilanjutkan dengan arahan yang telah dilakukan Korem 044/GAPO dalam pengendalian bencana karhutla, diantaranya adalah melakukan patroli-patroli darat bersama BPBD, SAR ke beberapa wilayah di Sumsel walau belum terbentuk Posko Siaga ini. Hal ini guna meminilisir sedini mungkin pencegahan bencana karhutla.

“Dengan telah ditetapkan satatus siaga darurat maka kita telah mempunyai payung hukum dan rapat koordinasi hari ini merupakan langkah awal dalam menyamakan persepsi walaupun di bulan Januari 2019 instansi terkait sudah melakukan pencegahan tetapi Satgas ini baru dibentuk 1 April”, ujar Ketua Dansatgas pada awak media.

“Berdasarkan keterangan BMKG kerawanan El Nino memang cukup panjang, semoga saja tidak seperti itu nantinya, namun pada prinsifnya kami sudah siap karena siaga Karhutla sendiri sudah aktif sejak Maret  2019”, ujar Kolonel Arh Sonny Septiono.

Meski demikian, kata dia, penyebab kebakaran hutan dan lahan sebenarnya tidak hanya faktor alam, tapi faktor manusia, sehingga masing-masing opd sudah diminta bergerak mencegah terjadinya potensi kebakaran, termasuk mengingatkan perusahaan perkebunan serta warga sekitar lahan gambut agar tidak membakar lahan”, pungkas Ketua  Dansatgas kepada awak media seusai memimpin rapat.

Selanjutnya Wakil Dansatgas Posko Karhutla, H.Iriansyah menyampaikan, bahwa kondisi lahan dan kerwanan kebakaran di Provinsi Sumatera Selatan seluas 8.370.281 Ha, terdiri dari kawasan hutan 3.478.468 Ha, perkebunan 1.800.000 Ha, pertanian 752.000 Ha, lahan lain 1.564.320 Ha, dan lahan gambut 1.483.862 Ha yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Muara Enim dan Musi Rawas.

“Terdapat 9 Kabupaten/Kota daerah rawan karhutla yakni Kabupaten OKI, OI, Pali, Banyuasin, Muba, Muara Enim dan Muratara. Namun yang paling rawan adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir”, kata H.Iriansyah.

Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Benny Setiaji mengatakan El Nino aktif, namun potensi suhu masih dalam kategori normal dan tidak terlalu panas.

BMKG memprediksi musim kemarau mulai terjadi di Sumsel pada pertengahan Mei dengan prediksi puncaknya pada Juli sampai Agustus, dimana cuaca kering terjadi dalam kurun waktu lama serta tingkat hujan akan sangat rendah.

Namun masyrakat diminta tidak khawatir karena El Nino bukan pengaruh utama iklim di Sumsel, pengaruh dominan justru dari aktivitas meteorologi di Samudera Hidia.

“Sekarang terjadi dominasi tekanan rendah dari Samudera Hindia, artinya masih ada potensi hujan pada malam hari di wikayah Sumsel”. Jelasnya.

Menurutnya Saat ini masih terjadi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. BMKG juga belum melihat ada indikasi musim kemarau di wilayah Sumsel pada awal Mei.

“Secara meteorologi kondisi monsun barat dan timur bertabrakan di daerah ekuator, akibatnya energi matahari masih berada di sekitar ekuator, sehingga masih proses peralihan”, pungkas Benny sapaan keseharian Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang

Perwakilan Dinas Pertanian dan Holtikultura peran pencegahan yang dilakukan yaitu melakukan Program Selamatkan Rawah Sejahterakan Petani yang disingkat menjadi SERASI yang bertujuan untuk peningkatan intensitas lahan dan pembukaan lahan dengan tidak membakar 

Sementara dari Sat Pol PP mengusulkan agar OPD ini tidak hanya bertugas sebagai Penegak Hukum dalam SK Gubernur Nomor 196/KTPS/BPBD-SS/2019 tetapi juga agar dilibatkankan dalam pemadaman mengingat saat ini sudah ada Bidang Pemetaan Bidang Kebakaran.

Dinas Kehutan menyampaiak upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan adalah Sosilisasi, Audit Kepatuhan, mengaktifkan Posko, Rakor dengan perusahan HTI, Patroli bersama dan pelatihan-pelatihan. Dinas Perkebunan upaya yang telah dilakukan diantaranya TOT dengan naarasumber dari Jasdam dan melakukan evaluasi Kepatuhan secara berkala.

Perwakilan dari BPBD Kabupaten Kota Provinsi Sumatera Selatan juga menyampaikan upaya pengendalian yang telah dilakukan selain Sosialisasi juga melakukan Patroli dan berkerja sama dengan OPD terkait seperti dengan Dinas Pertanian, Kehutanan, Ketahan Pangan, Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk sama melakukan pencegahan dini pengendalian Karhutla diwilayah masing-masing dan juga sekitar perusahaan.

MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Humas Posko Siaga Karhutla Sumsel