Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor BPBD Sumsel Gelar Rakoor Terpadu
Palembang, sumselprov.go.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan H. Iriansyah, SKM., M.Kes menggelar sekaligus memimpin Rapat Koordinasi Banjir dan Tanah Longsor di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Rapat digelar di Ruang Rapat Kantor BPBD Prov. Sumsel, Kamis (26/12/2019).
Dalam sambutan pembukaannya Kepala BPBD Prov.Sumsel H.Iriansyah, SKM., M.Kes menyampaikan tujuan diselenggarakan rapat koordinasi seperti ini adalah merupakan suatu kegiatan koordinasi, antisipasi dan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim yang terjadi setelah selesainya musim kering.
Ditambahkan Iriansyah, saat sekarang ini mulai masuk musim penghujan yang cenderung mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Perlunya rapat koordinasi banjir dan longsor ditingkat kabupaten/kota. Harapannya setelah mengetahui prediksi cuaca dari BMKG, Kabupaten/Kota segera menetapkan Status Siaga Banjir dan Tanah Longsor Tahun 2019/2020, baik secara personil peralatan dan seluruh kekuatan yang ada.
Dalam rapat yang sama BMKG Staklim Kelas I Palembang memprediksi pada dasarian II Desember 2019 ini, pada umumnya wilayah Sumatera Selatan mengalami peningkatan curah hujan. Angin Munson Asia sudah aktif dan diperkirakan akan terus menguat hingga Bulan Januari 2020. Seiring penguatan Angin Munson Asia tersebut diperkirakan sampai akhir Maret 2020. Elnino diperkirakan Netral hingga Lemah hingga Maret 2020.
MJO diperkirakan tidak aktif hingga akhir Desember 2019sehingga potensi peningkatan curah hujan di Wilayah Indonesia saat musim hujan. Waspada terhadap potensi Angin Kencang yang terjadi saat hujan.
Peringatan yang disampaikan, “Waspada terhadap Potensi Kebencanaan Hidrometeorologi Wilayah Sumsel saat Puncak Musim Hujan yang diperkirakan pada akhir Jnauari, Februari, hingga Maret 2020. Musim hujan Wilayah Sumatera Selatan 19/20 diperkirakan akan berlangsung hingga April-Mei Dasarian I Tahun 2020 dengan sifat hujan Normal diwilayah Sumsel Bagian tengah ke timur dan di atas Normal untuk Wilayah Sumsel Bagian Barat”.
Badan Ketahanan Pangan menyampaikan dalam rangka menghadapi banjir dan tanah longsor, pemerintah provinsi dan Kab/Kota yang telah memiliki cadang pangan berupa beras 450,468 ton dan gabah berjumlah 324,000 ton disediakan oleh APBD Provinsi maupun Kabupaten. Untuk di Provinsi Sumatera Selatan memiliki 33,78 ton.
Untuk Kab Muara Enim berjumlah 68 ton, Kab. Banyuasin berjumlah 260 ton gabah, Kab. MUBA Berjumlah 29 ton, Kab. Musi Rawas berjumlah 83 ton beras dan 25 ton gabah, Kab. Lahat berjumlah 6,985 ton, kab. OKI berjumlah 50 ton, Kab OI berjumlah 20 ton beras dan 5 ton gabah, Kab OKUT berjumlah 14 ton gabah, Kab Empat Lawang berjumlah 13,9 ton, Pali berjumlah 20 ton, OKU berjumlah 19 ton. Kab OKUS dan Muratara belum ada. Kemudian Pagar Alam 8,5 Ton, Kota Palembang 35 ton beras, Lubuk Linggau 19,8 ton, Prabumulih 22,5 ton jadi total 450,468 ton.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menyampaikan surat dari Kemenkes untuk menyiagakan obat-obat di Puskesmas dan surat ny sudah disebar di Kab/Kota. Kendala dalam meninjau lokasi banjir yaitu kurangnya perahu karet dan tenda. Mohon bantuan untuk BPBD Kab/Kota apabila terjadi bencana banjir untuk mendirikan Pos Pengobatan di Setiap Posko/Pukesmas.
Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII menyampaikan terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir dan tanah longsor maka beberapa sarpras yang kami siapkan yaitu: 1) kendaraan operasional sebanyak 1 unit 2) Pompa Banjir sebanyak 2 unit 3) Tenda sebanyak 2 unit 4) Pelampung sebanyak 100 unit 5) Tandu 21 unit 6) Mesin Speedboat 2 unit 7) Perahu Karet 4 unit 8) Dump Truck 1 unit 9) Ekskavator standar 1 unit. Untuk longsor kami menyiapkan bronjong sebanyak 3700 lembar dan karung sebanyak 7900 lembar. Personil yang kami siapsiagakan di seluruh wilayah Sumsel sebanyak 33 personil.
SAR Palembang menyampaikan dalam kesiapsiagaan bansor mempunyai personil sebanyak 60 yang tersebar di wilayah Banyuasin, dan Ogan ilir dan Mobil Truk Fuso berjumlah 3 unit. Untuk di wilayah Pagar Alam dan Musi Rawas sudah mempunyai truk dan pleton serta personil yang siap untuk dikerahkan.
Polairud Polda Sumsel menyampaikan untuk kesiapan personil Polairud mengikuti pelatihan SAR di wilayah pengairan untuk mengecek kesiapan personil dan sarpras yang kami miliki. Peralatan yang kami siapkan yaitu 5 perahu karet, 3 kapal, dan personil berjumlah 30 orang. Kendalanya: kurangnya logistik untuk melaksanakan kegiatan tersebut, untuk lebih efektif koordinasi dan komunikasi melalui BPBD agar cepat dan dapat mengesampingkan formalitas khusus. Polairud mempunyai Satuan Anggota di Wilayah Palembang, OKI, MUBA, dan Banyuasin serta dilengkapi adanya kapal.
Biro Operasi Polda menyampaikan kesiapan Polda Sumsel dalam menghadapi bencana banjir dan tanah longsor kami sudah membuat SOP menghadapi banjir dan tanah longsor. Adapun sarpras yang ada yaitu Mobil Rescue berjumlah 3 unit, Mobil Dapur Lapangan berjumlah 1 unit, dan perahu karet yang bisa digunakan di dalam kota berjumlah 7 unit.
Korem 044 GAPO menyampaikan rencana kontijensi pelaksanaan penanggulangan khususnya banjir dan tanah longsor diwilayah kabupaten sudah disiapkan dan perlunya kerjasama dari seluruh pihak. Personil Yonif berjumlah 1000 orang siap membantu kesiapan dalam menghadapi banjir dan tanah longsor.
Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) menyampaikan rencana tahun 2020 untuk membuat kolam resensi untuk mengurangi genangan air. Penambahan 10.000 meter untuk banjir. Kami berfokus pada pengerjaan genangan di JL. Kol. H. Burlian bekerjasma dengan Balai Besar. Dalam hal ini pemprov sudah dibagi tugas untuk pengadaan lahan. sementara normalisasi sungai di beberapa kabupaten yaitu Ogan Ilir di Kec. Rantau Panjang, dan Muara Kuang. Kab. Banyuasin, Kab. Muara enim di Gelumbang, dan OKUT di kec. Belitang Mulya.
Dinas Sosial menyampaikan logistik beras reguler tersisa 200 kg. Untuk kabupaten/kota ada aturan dimana harus ada pernyataan darurat dari Bupati biasanya dinas sosial sudah paham berjumlah 100 ton. Suplai untuk logistik tahun ini menurun dari tahun sebelumnya dan sudah di distribusikan ke kabupaten/kota. Kegiatan untuk tahun depan kami ada program 100 sekolah namanya TAGANA masuk sekolah untuk pengurangan resiko bencana targetnya ada 100 sekolah dan akan dibagi di beberapa kabupaten/kota.
BPBD Kab. PALI menyampaikan kabupaten Pali termasuk kabupaten rawan banjir terutama di daerah Abab ada 10 desa, Penukal Utara dan daerah Talang Ubi. Tanggal 9 Desember sudah menyatakan Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor dan SK Tim untuk Penanggulangan bencana tersebut. Peralatan yang dimiliki cukup memadai.
BPBD Kab. Lahat menyampaikan SK Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor masih dalam proses. Harapannya seluruh satgas menyiagakan untuk standy. Perusahaan perkebunan mengerahkan alat yang bisa dipakai untuk longsor.
BPBD Kab. OKUT menyampaikan jembatan penghubung putus sudah dilakukan normalisasi sungai. Musim hujan menyebabkan jembatan tersebut roboh dan terputus jalur poros dan utama. Kendala dibuatkan jembatan darurat untuk kendaraan berat tidak bisa dilalui. Kesiapan bencana banjir dan tanah longsor masih dalam proses.
Rapat koordinasi ditutup oleh Kepala BPBD Prov.Sumsel dengan kesimpulan rapat disarankan BPBD Kabupaten segera menetapkan SK Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tahun 2019/2020 dan mulai siaga membuat posko serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, diminta juga melakukan Rapat Koordinasi di Tingkat Kabupaten serta berkoordinasi dengan Stakeholder terkait dan menyiapkan SDM Peralatan dalam kesiapan menghadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor di setiap Posko.
Media Center Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumber Foto Arif/BPBD SS