Amankan Asian Games 2018, Posko Karhutla Sumsel Lakukan Upaya Serius Kesiapsiagaan
Palembang, Sumselprov.go.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan melakukan upaya kesiapsiagaan secara serius untuk menghadapai potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan (Sumsel) H.Iriansyah pada Rapat Koordinasi Karhutla Bersama Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Ir.Dody Ruswandi, MSCE di Ruang Rapat Posko Karhutla Prov.Sumsel, Kamis (07/06/2018).
Upaya kesiapsiagaan yang dibangun BPBD Sumsel melalui pengaktifan pos komando (Posko) di tingkat administrasi terendah, yaitu desa. “Kini sudah ada 756 posko Karhutla yang tersebar di 17 Kabupaten, posko ini disiagakan dalam upaya untuk pengendalian Karhutla menghadapi Asian Games 2018”, ujar H. Iriansyah
756 Posko ini ada diberbagai satuan seperti Satu Posko Bersama Provinsi, Satu Posko Korem, Satu Posko Polda, Satu Posko Lanud, 18 Posko Lapangan Bersama, 9 Posko di Kabupaten, 167 Posko Lapangan dari Perusahaan Perkebunan, 185 Posko Lapangan dari Perusahaan HTI, 50 Posko Mangala Agni, 65 Posko KTPA Disbun, 120 Posko MPA Perusahaan HTI dan 135 Posko KTPA Perusahaan Perkebunan.
Sementara itu untuk anggota personil total seluruhnya ada 7649 personil. Sedangkan untuk daerah yang rawan Karhutla ada 9 daerah yaitu di OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, OI, Muara Enim, Pali, Musi Rawas, Musi Rawas Utara dan OKU.
Iriansyah menyebutkan enam sub-satgas utama yang ada di bawah Struktur Posko Provinsi. Uniknya, Posko ini memiliki Satu Sub-Satgas Doa yang beranggotakan forum Ponpes Sumsel. Sementara Sub Satgas Udara hanya berada di Tingkat Provinsi. Saat ini BPBD Sumsel telah dibantu satu unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk kepentingan patroli.
“Sejumlah upaya lain dilakukan pemerintah daerah setempat mulai dari sekat kanal, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara bakar, pelatihan dan pembinaan kelompok masyarakat, relawan, regu pemadam, pemberdayaan masyarakat hingga teknologi modifikasi cuaca”, pungkasnya.
Sementara itu, kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi bahaya karhutla, Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi menginstruksikan untuk memadamkan titik api sesegera mungkin. Menurutnya akan terlambat apabila titik api sudah mulai membesar dan kemudian BPBD meminta dukungan helikopter untuk pengeboman air atau water-bombing.
Selain itu, Dody mengingatkan kepada peserta rapat bahwa tahun ini merupakan tahun politik, dimana ada 172 pemilihan kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten dan kota yang akan digelar. Menurutnya berdasarkan fakta bahwa dinamika politik lokal terkait dengan pemilihan kepala daerah berpengaruh terhadap penanganan darurat bencana karhutla di tahun 2015.
Kesiapsiagaan nasional di 2018 ini, BNPB menyiagakan 12 helikopter di 4 provinsi yang telah menetapkan status darurat. Berikut ini distribusi helikopter di 4 provinsi tersebut, Riau 3 heli (2 heli Kamov dan 1 heli MI), Sumsel 4 heli (3 heli MI dan 1 heli bolkow sudah standby di Sumsel), Kalimantan Barat 3 heli (2 heli bell 214B dan 1 heli bolkow sudah standby di Kalimantan Barat), dan Kalimantan Tengah 2 heli (2 heli MI).
Turut hadir dalam kegitan ini Dansatgas Posko Karhutla Sumsel, Kolonel Inf. Iman Budiman, SE, Danlanud SMH Palembang Kolonel PNB Heri Sutrisno, S.IP., M.Si, Kepala UPT BNPB Regional Sumatera, Ir. Yazid Fadli, MM, POLDA, Dinas OPD yang terkait masalah Penanggulangan Karhutla di Provinsi Sumatera Selatan dan Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota Rawan Karhutla, Manggala Agni. BMKG Stamet SMB II Palembang, Operator Helkopter, TMC Hujan Buatan BPPT RI.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY