Alex Ungkap Trik dan Rahasia Memajukan Sumsel ke Litbang Kompas
Palembang Sumselprov.go.id- Meski cukup singkat, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, masih menyempatkan diri melakukan sesi wawancara dengan Manager Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas, mengenai perkembangan pembangunan di Sumsel dan persiapan pelaksanaan pilkada serentak Tahun 2018, di Griya Agung, Jumat malam (6/4).
Hadir mendampingi Gubernur Alex Noerdin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Selatan Dr. Inanda Karina Astari Fatma S, Si,.M.Si, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Kabid PKP Diskominfo, Kasubag Humas Provinsi, Biro Umum dan Perlengkapan, beserta OPD lainya di lingkungan Sumsel.
Dalam kesempatan itu Alex banyak mengungkapkan soal trik, strategi dan rahasia agar pembangunan daerah Sumsel maju pesat seperti sekarang.
" Kalau ditanya motivasi saya apa bisa membangun Sumsel seperti sekarang, secara khusus saya katakan tidak ada. Karena memang tugas dan kewajiban kepala daerah adalah membangun daerahnya. Mensejahtrakan masyarakatnya. Jadi tidak harus dimotivasi siapapun, tapi lahir dari keinginan diri sendiri karena dipercaya sebagai pemikul amanah", jelas Alex saat ditanya Toto soal motivasinya membangun daerah.
Hal itu kata Alex, bukan lips service dan basa basi semata, mengingat dirinya sudah paham betul bagaimana membangun sesuatu dari skala terkecil sebagai ASN, baru kemudian menjadi Kepala Dinas hingga dua periode menjadi bupati dan Gubernur.
Saya mulai karier dari PNS bukan politisi dari pangkat terendah II B. Kemudian bertahap sedikit-sedikit naik ke atas sampai menjadi gubernur. Motivasi itu ada dalam diri sendiri karena ada amanah yang dipegang", ujarnya.
Berdasarkan pengalaman itulah, Alex mengaku tahu betul bahwa untuk bisa membangun daerah menjadi berkembang pesat tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja, melainkan harus mendapatkan bantuan dari luar atau ada investor.
Nah untuk mendapatkan bantuan dari luar, suatu daerah harus dikenal lebih dulu. "Istilahnya tak kenal maka tak sayang. Jadi syaratnya bagaimana daerah itu dikenal dulu secara baik", ujarnya bersemangat.
Untuk memperkenalkan Sumsel ke dunia luar, selama ini Sumsel diakuinya mempromosikan diri melalui jalur olahraga. Sejak PON 2004, kemudian Sea Games 2011 serta ISG 2013 Sumsel giat membangun dan memanfaatkan fasilitas olahraga yang ada. Bermodalkan kepercayaan diri yang kuat Sumsel bahkan berani menjadi tuan rumah Sea Games pada 2011 silam, meski awalnya banyak yang meragukan. Hanya dalam waktu 11 bulan ditambah cuaca ekstrim, Sumsel berhasil menyulap Jakabaring yang tadinya rawa-rawa menjadi kompleks olahraga berstandar internasional yang kini lebih dikenal dengan sebutan Jakabaring Sport City (JSC).
"Hingga sekarang ada 42 event internasional kelas Asia, Asia Pasifik bahkan dunia main di Jakabaring. Boleh lihat sendiri, sejak PON kini fasilitas di Jakabaring terus berkembang tidak seperti eks tuan rumah PON lainnya," tutur Alex.
Kini dengan dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games bersama Jakarta, dia makin meyakini kalau Sumsel akan makin dilirik investor. Terlebih saat ini Sumsel juga tak kalah fokus merealisasikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA yang akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat.
"Menjadi tuan rumah Asian Games itu bukan sembarangan, kalau kita sudah dipercaya mereka juga pasti akan percaya kalau kita memang sudah memenuhi segala persyaratan dan infrastruktur yang cukup", jelasnya.
Selain pengalaman-pengalaman di atas, serta kelengkapan fasilitas olahraga yang tak perlu diragukan, hal yang tak kalah penting menarik investor menanamkan invetasinya di Sumsel adalah jaminan kondusifitas daerah itu sendiri.
"Pengalaman memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah, kondusifitas daerah. Alhamdulillah kerusuhan belum pernah terjadi di Sumsel. Kita zero konflik", imbuhnya.
Meski harus bersusah payah menjadi tuan rumah Asian Games, kini masyarakat Sumsel bisa menikmati hasilnya. Karena menurutnya Asian Games bukanlah tujuan tapi alat untuk mencapai tujuan. Dengan adanya Asian Games Sumsel kini memiliki pembangunan infrastruktur yang luar biasa seperti LRT, Fly Over, Underpass, Jalan Tol hingga RS berstandar internasional dan Jembatan Musi
"Kita bahkan punya KEK TAA, semua ini untuk siapa kalai bukan kesejahteraan masyarakat Sumsel", tegasnya.
Atas dasar itu pula, ketika disinggung mengenai Pilkada dan siapa yang cocok memimpin Sumsel ke depan Alex dengan lugas mengatakan, sosok tersebut haruslah memiliki kemampuan meneruskan kelangsungan pembangunan ini.
"Cari gubernur yang tepat, karena membangun semua ini tidak mudah. Saya harus mempertanggungjawabkan ini kepada pemerintah dan pihak swasta yang sudah memberikan bantuan", jelasnya.
Adapun gubernur yang tepat menurut versinya adalah, sosok yang mutlak harus mempunyai visi dan visioner serta punya jejaring nasional dan internasional. Ini penting karena akan membawa pengaruh banyak pada pembangunan Sumsel ke depan.
"Artinya ia harus punya pendidikan yang cukup untuk itu dan diback up dengan pendidikan yang luar biasa. Juga soal track record. Saya yakin kalau dipegang orang yang tepat Sumsel pasti lebih baik", jelasnya.
Sementara itu disinggung soal bagaimana maintenance semua fasilitas ini pasca Asian Games, Alex sudah menyiapkan formula tersendiri. Untuk menjaga keberlangsungan penggunaanya Pemprov kata dia sudah membentuk BUMD khusus yang akan menangani masalah ini.
"Seperti main catur, kami sudah mempersiapkan langkah apa saja ke depan. Selain BUMD, kami juga melengkapi JSC dengan Poltek Olahraga, jadi ini benar-benar kita sempurnakan sehingga menjadi alternatif tempat penyelenggaraan semua event olahraga secara comercial dan jadi profit center provinsi", tutupnya.
MC Diskominfo Prov Sumsel/FS/PE