Ajarkan Kepedulian, Gubernur Ajak Cucu ke Khitanan Masal
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengajak cucunya Danis dan Deka. Mereka diajak menyaksikan khitanan massal bagi anak dari keluarga kurang mampu di Gedung SMA Aisiyah 1, Kamis lalu.
Deru ingin mengenalkan dan mengajarkan Danis dan Deka bahwa khitan itu sesuatu yang diwajibkan bagi anak laki-laki sesuai dengan syariat agama Islam. Juga menanamkan rasa kepedulian pada sesama dalam diri kedua cucunya itu.
Hal tersebut dikatakannya usai Ia menghadiri kegiatan Forum Pemerhati Pendidikan Sriwijaya. Menurut Deru, khitan merupakan kewajiban semua orang tua, oleh sebab itu Ia menyampaikan terimakasih dan mengapresiasi penuh Forum Pemerhati Pendidikan Sriwijaya Sumsel yang telah menginisiasi khitanan masal sebagi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Hadir disini karena Saya bangga Forum ini yang begitu peduli terhadap lingkungan, sebanyak 60 anak-anak di khitan mereka menginspirasi yang lain . Kita ini butuh pemantik seperti ini. Saya sengaja mengajak Deka dan Danis agar mengajarkan mereka untuk tahu bahwa khitan itu yang diwajibkan oleh agama,” ungkapnya
Ia menuturkan, untuk berbuat baik tidak harus menunggu kaya berbuat baik harus awali dengan niat sebab untuk menanamkan jiwa sosial tidaklah mudah.
Tolong berikan wawasan kepada siswa dan siswi untuk mau berbagi karena kita tidak cukup hanya mencari tapi kita butuh berbagi,Ukuran kaya dan miskin bisa diliat dari materi, yang tidak bisa diukur adalah ukuran kebahagiaan,” tuturnya
Sementara Ketua FPPS Sumsel Susanto mengatakan, bahwa ini kegiatan pertama kali yang dilakukan FPPS Sumsel dalam hal kegiatan sosial. Kegiatan ini terselengara atas bantuan dari berbagai pihak seperti PT Semen, Pertamina, BNI Syariah, RS Bhayangkara dan lain-lain.
Kegiatan khitanan massal ini diadakan satu hari. Untuk tim medisnya ada 15 orang dari RS Bhayangkara. Anak-anak akan dikhitan menggunakan laser. Selain di khitan anak-anak juga diberikan bingkisan berupa sarung, baju koko, peci dan lain-lain,” tambahnya.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY