3 Hari Jelang dan Proses Kegiatan Asian Games XVIII, Udara Di JSC Clear Bebas Asap dan Api
Palembang, Sumselprov.go.id – Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel melalui Satgas Posko Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Prov.Sumsel Tahun 2018, H. Iriansyah S.Sos, SKM., M.Kes terus berupaya menekan terjadinya Karhutla , untuk hari ini disampaikan jumlah Hot Spot berdasarkan pantauan Satelit LAPAN, ada 3 titik yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Musi Rawas dan Muara Enim. Hal ini disampaikan pada saat Rapat Harian Kordinasi dan Konsolidasi Posko Karhutla , Rabu (15/08/2018)
Dalam arahannya H.Iriansyah menyampaikan setiap hari kita akan melakukan kordinasi dan konsolidasi serta monitor mengingat tiga hari lagi kita akan menyelenggarakan kegiatan Asian Games XVIII, dan selama menjelang dan proses berlangsungan kegiatan tersebut udara harus benar-benar clear bebas dari Asap, ujar H.Iriansyah.
Hari ini termonitor hot spot dari satelit LAPAN ada tiga yaitu di Kabupaten OKU, Mura dan Muara Enim, ketiga Kabupaten ini jauh dari arah angin masuk Palembang yang menjadi perhatian adalah karhutla yang terjadi di desa-desa yang arah anginnya masuk Palembang, dengan adanya patroli setiap hari yang kita lakukan di 3 Kabupaten rawan karhutla terutama di Jakabaring itu sendiri, lanjut H.Iriansyah.
“Dengan kerjasama diharapkan spot-spot ini tidak ada lagi dan Asian Games Bebas Api dan Bebas Asap bisa terlaksana dengan baik”, tutup Kalaksa BPBD Prov.Sumsel.
Sementara PPI menyampaikan patrol terpadu 50 Posko dengan jangkau 178 Desa didalamnya ada kegiatan patroli, ada kegiatan , sosilisasi kordinasi. ground Check dan pemadaman dini, hasil dari kegiatan dimaksud didapat lahan bekas terbakar kurang lebih 3 hektar di Muara Telang Banyuasin, kemudian Daops Lahat dengan hasil postif ditemukan terbakar seluas kurang lebih 3 hektar Desa Pelawi Kabupaten Mura, Daops Muba ground Check di Desa Muara Medak Kecamatan Banyunglincir Kabupaten Muba ditemukan adanya kejadian Karhutla , ujar Didik.
Selanjutnya disampaikan untuk kegiatan pemadaman dilakukan oleh Posko Terpadu Daops OKI di Desa Talang Cempedak Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI dengan luas kurang lebih 0,5 Hektar lahan masyarakat hasilnya bisa dipadamkan kemudian yang kedua di Desa Kayuara Kecamatan Tulung Selapan OKI ikut begabung stakes holder yang lain hasil perhitungan seluas kurang lebih seluas 6 Hektar, kata Didik
“Perlu disampaikan juga PPI Manggala Agni, sejak Senin kemari n (13/08/2018) telah dibentuk Posko Lapangan di Desa Banda Sejagat dekat dengan Simpang Pegayut ada kekuatan kurang lebih ada kekuatan kurang lebih 3.000 posisi 24 Jam dengan mendirikan tenda dan melakukan aktivitas Patroli Darat dan Udara yang dilakukan siang hingga malam hari, patrol di Jalan Tol, Sungai Pinang dan Jakabaring serta di Posko Daops OKI ada penambahan /penguatan 8 Posko (SDM dan Peralatan dari BPBD OKI. Perlu disampaikan mengingat kawan-kawan dilapangan 24 jam maka diperlukan Satgas Kesehatan, untuk petugas di lapangan”, tutup Didik.
Hadir pada acara ini dari Perwakilan BNPB RI (Posko Pendampingan Nasional), Perwakilan Bareskrim POLRI, Dansatgas Gakkum Polda Sumsel, Dinas Kominfo Prov.Sumsel, Pertanian, UNOPS, BMKG II SMB, Para Pejabat dan Staf BPBD Prov.Sumsel, dan PPI Manggala Agni,
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY