Logo

JDIH Provinsi Sumatera Selatan

Memuat...

Teknologi Dry Ice Diluncurkan di Sumsel, Herman Deru Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat

14 October 2026 00:00
Humas Pemprov Sumsel
30 Kali Dilihat
Teknologi Dry Ice Diluncurkan di Sumsel, Herman Deru Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat

Palembang. Menkopolhukam RI, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan secara cepat, tegas, dan presisi. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang dilaksanakan di Griya Agung, Rabu (14/10/2026).
‎
‎“Kerja keras seluruh personel perlu diketahui masyarakat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menangani karhutla. Selain itu, pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan guna memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang,” tegasnya.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga menyampaikan bahwa dirinya akan meninjau sekaligus meluncurkan teknologi *dry ice* untuk membantu mengatasi kabut asap akibat karhutla. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung upaya penanganan dampak kebakaran, khususnya di wilayah Sumatera Selatan yang terdampak asap.
‎
‎Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menjelaskan bahwa salah satu tantangan dalam penanganan karhutla adalah kebakaran di lahan gambut yang membutuhkan penanganan dan pemantauan secara berkelanjutan. Hal ini terutama untuk mendeteksi titik asap dan bara api yang masih berada di bawah permukaan tanah.
‎
"Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan per 14 Oktober 2026, jumlah titik panas (*hotspot*) di Sumatera Selatan tercatat sebanyak 891 titik. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 625 titik, disusul Banyuasin sebanyak 126 titik, Musi Banyuasin 53 titik, Muara Enim 47 titik, Ogan Ilir 15 titik, dan OKU Timur 15 titik", uajr HD

‎Dilanjutkannya, dalam penanggulangan karhutla, Sumatera Selatan mengerahkan sebanyak 12.710 personel yang terdiri atas Satgas BPBD  Provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai unsur.

‎"Kami juga telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga 13 Oktober 2026, pelaksanaan OMC telah mencapai 75 sorti dengan total bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 70.400 kg", tutur HD.
‎