Kawal Sensus Ekonomi 2026, Sekda Sumsel Tekankan Sinergi Lintas Sektor Kendalikan Tantangan Lapangan
Palembang. Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Sumatera Selatan mencatatkan hasil positif. Hingga bulan kedua tahap monitoring dan evaluasi, progres pendataan lapangan di bumi Sriwijaya telah menembus hampir 80 persen dan berhasil menempatkan Sumsel di posisi tiga besar nasional.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Tim Terpadu SE 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis (30/7/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis untuk menyusun fondasi kebijakan pembangunan daerah.
"Data yang akurat dan berkualitas adalah landasan utama untuk memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan daya tarik investasi, serta menggenjot kesejahteraan masyarakat," ujar Edward saat membuka rakor.
Menurut Edward, integrasi data BPS selama ini telah memberikan dampak konkret bagi Pemprov Sumsel, salah satunya dalam keberhasilan pengendalian inflasi daerah. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa kesuksesan SE 2026 memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW.
Kendati capaian Sumsel terbilang tinggi, Edward tidak menampik adanya dinamika di lapangan. Sejumlah tantangan krusial yang dihadapi antara lain Akses ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta perbatasan antar-daerah, pendekatan terhadap pelaku ekonomi digital dan korporasi besar, hingga Kekhawatiran responden dalam memberikan data secara jujur.
"Melalui forum ini, kita petakan kendala dan rumuskan solusi bersama agar capaian pendataan bisa segera menyentuh minimal 99 persen," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh. Wahyu, mengapresiasi komitmen Pemprov Sumsel dalam mengawal SE 2026. Salah satu bentuk dukungan nyata adalah terbitnya Keputusan Gubernur Sumsel tentang Pembentukan Tim Terpadu Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Wahyu menjelaskan, SE 2026 bertujuan memetakan lanskap ekonomi nasional secara komprehensif, termasuk transformasi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan menuju sasaran Indonesia Emas 2045. Dari potret yang berjalan, peta potensi usaha di Sumsel dinilai sangat besar dan dinamis.
Menanggapi kekhawatiran sebagian pelaku usaha, BPS memastikan perlindungan data responden terjamin sepenuhnya. "Masyarakat dan para pelaku usaha tidak perlu khawatir. Kerahasiaan data yang diberikan dijamin penuh oleh undang-undang dan sistem keamanannya terjaga," imbau Wahyu.
Ia menambahkan, BPS Sumsel berkomitmen menyampaikan laporan berkala secara bulanan guna memastikan validitas data yang disajikan bagi para pengambil kebijakan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel beserta pemangku kepentingan terkait.
Galeri Foto Berita