DETAIL BERITA
Herman Deru Sahkan Kerja Sama Pembangunan Dua Flyover Muara Enim
  • Senin, 6 Juli 2026
  • Admin

Herman Deru Sahkan Kerja Sama Pembangunan Dua Flyover Muara Enim

Muara Enim. Langkah strategis untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi di Kabupaten Muara Enim resmi dimulai. Momentum ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan Flyover pada Perlintasan Sebidang JPL 99 Belimbing Pendopo dan JPL 111 Ujan Mas oleh Gubernur Sumatra Selatan, H. Herman Deru.

Kolaborasi besar ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sumsel, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, PT Bukit Asam (PTBA), PT KAI, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat di Balai Agung Serasan Sekundang, Muara Enim, pada Senin (6/7/2026), dengan dihadiri jajaran Forkopimda, direksi BUMN, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan jawaban nyata atas tuntutan masyarakat sekaligus motor penggerak kapasitas logistik daerah.

"Hari ini kita mengintegrasikan semua kepentingan: masyarakat, komersial, maupun pemerintah. Dengan target pembangunan dermaga Keramasan yang membidik kapasitas angkutan hingga 100 juta ton batu bara, pembangunan flyover ini menjadi sangat linier agar mobilitas semua pihak tetap nyaman," ujar Herman Deru.

Ia menambahkan bahwa proyek ini akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya logistik, dan memacu pertumbuhan ekonomi wilayah. Herman Deru juga mengimbau semua pihak segera berkoordinasi guna memastikan tidak ada kendala sosial ataupun teknis di lapangan.
Solusi Konkret bagi Masyarakat

Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si, menegaskan bahwa sinergi multi-pihak ini adalah wujud tanggung jawab bersama dalam memajukan daerah. Dua flyover yang disepakati hari ini merupakan bagian dari 5 pembangunan prioritas di Kabupaten Muara Enim, yang meliputi Flyover JPL 99 Belimbing, Flyover JPL 111 Ujan Mas, Flyover JPL 123 BBPJN, Flyover Gunung Megang 1 (JPL 104), Dan Flyover Gunung Megang 2 (JPL 106).

"Peningkatan volume angkutan batu bara dan mobilitas warga selama ini memicu kemacetan padat serta risiko keselamatan. Flyover ini adalah solusi konkret agar aktivitas ekonomi dan publik berjalan beriringan dengan baik," jelas Hj. Sumarni.

Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa. Data menunjukkan setiap kereta api batu bara melintas membutuhkan waktu penutupan jalan rata-rata selama 6 menit, yang kerap memicu antrean panjang.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Letjen TNI (Purn) Bambang Ismawan, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam menyukseskan proyek infrastruktur ini.

"Kami berkomitmen memberikan yang terbaik untuk mendukung pembangunan flyover ini. Pasca-penandatanganan PKS, kami berharap implementasi di lapangan dapat segera dieksekusi dengan lancar," pungkas Bambang.

Tags:
Share: