Back » Wagub Sumsel Pastikan Personil dan Peralatan Siap Siaga Tanggulangi Bencana

Palembang, sumselprov.go.id-Guna memastikan kesiapan penanggulangan bencana diwilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya memimpin langsung apel kesiapsiagaan personil dan peralatan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di halaman Griya Agung Palembang, Selasa (14/1/2020).

Nampak dilokasi 1.000 orang personil gabungan hadir mengikuti apel terdiri dari 25 instansi terkait diantaranya TNI, POLRI, Taganan, Satpol PP, BPBD Sumsel, Kantor SAR Palembang, PMI Sumsel, danlainnya beserta peralatan lengkap digelar dihalaman Griya Agung.

“Apel kesiapsiagaaan personil dan peralatan ini kita laksanakan sebagai bentuk kesiapan dimobilitas kewilayah rawan atau berpotensi terjadi bencana. Sehingga, kerugian harta benda dan jiwa akibat bencana dapat dihindari atau ditekan sekecil mungkin,” ungkap Mawardi Yahya saat memberikan arahan pada peserta apel.

Mawardi Yahya menambahkan, pada akhir tahun 2019 sampai awal tahun 2020 ini terjadi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor dibeberapa wilayah di Sumsel. Menurutnya, belum lama ini terjadi 3 kali kejadian bencana dan berdampak cukup  besar diantaranya bencana banjir bandang di Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat.

Banjir Bandang yang terjadi meliputi 9 Kecamatan dan (5 Kecamatan ada di Kabupaten Lahat) serta meliputi 29 Desa. Kemudian, mengakibatkan 3 unit jembatan putus/roboh, 7 unit rumah hanyut, 8 unit rumah rusak berat, 45 unit rumah rusak ringan dan 166 rumah terendam banjir.

“Melalui apel ini kita pastikan seluruh kesiapan personil dan peralatan. Ketika ada bencana baik siang hari ataupun malam dapat langsung bergerak cepat dimobilitas kelokasi bencana. Selain itu, kita lakukan juga koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah kabupaten/kota di setiap daerah di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Iriyansyah mengatakan kegiatan apel tersebut diikuti 1.000 orang personil terdiri dari TNI, POLRI, Dinas dan Instansi stakeholder terkait lainnya di Provinsi Sumsel.

Dijelaskannya, tujuan apel itu dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan personil dan peralatan serta mengoptimalkan peran, tugas dan tanggungjawab segenap instansi stakeholder terkait dalam penanggulangan banjir dan tanah longsor agar korban jiwa dan harta dapat diminimalisir.

"Memperhatikan kondisi musim penghujan tahun 2020 di Sumsel dan adanya potensi banjir dan tanah longsor pada beberapa wilayah perlu dilakukan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan personil dan peralatan untuk memudahkan mobilitas personil dan peralatan ke lokasi bencana atau daerah rawan bencana," terang Iriyansyah.

"Kelancaran mobilitas personil dan peralatan sangat penting dalam melaksanakan bantuan pertolongan berupa penyelamatan dan evakuasi serta meminimalisir kerusalan sarana prasarana dan korban jiwa," lanjutnya.

Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD